Lewat Implementasi Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Emas

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Lewat Implementasi Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Emas

Implementasi Green Zakat. (Foto: dok BSI)

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat peran finansial syariah sebagai solusi atas beragam tantangan sosial dan lingkungan melalui penerapan Green Zakat. Mengusung konsep ekonomi sirkular, BSI menghadirkan program Waste Management nan memberdayakan mustahik sekaligus membujuk masyarakat mengubah sampah anorganik menjadi aset berbobot melalui tabungan BSI Emas.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memandang amal tidak hanya sebagai tanggungjawab ibadah, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk menciptakan kesejahteraan nan inklusif dan berkelanjutan. Sejak merger hingga 2025, BSI berbareng BAZNAS RI telah menyalurkan biaya amal sekitar Rp1 triliun untuk mendukung beragam program di bagian ekonomi, pendidikan, sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Nilai kemanfaatan tersebut diyakini bakal terus bertumbuh seiring dengan peningkatan keahlian perseroan.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengatakan bahwa penemuan dalam pengelolaan amal menjadi kunci untuk memperluas akibat sosial sekaligus menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. 

"Zakat mempunyai peran strategis dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat ketahanan ekonomi, serta menciptakan akibat sosial dan lingkungan nan berkelanjutan. BSI meyakini pengelolaan amal nan inovatif dapat memberikan faedah nan lebih luas, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan," ujarnya.

Melalui Program BSI Waste Management, biaya amal dimanfaatkan untuk memberdayakan mustahik di sektor pengelolaan sampah. Sampah nan dikumpulkan dipilah dan diolah menjadi beragam produk berbobot tambah, seperti goodie bag, plakat, kursi, dan meja hasil daur ulang nan mempunyai nilai jual. Model pemberdayaan ini membuka kesempatan upaya baru, menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan, serta mendorong kemandirian ekonomi para mustahik.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com