Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo melayangkan sejumlah kritik ke Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana saat rapat kerja. Yoyok mengkritik jumlah kunjungan visitor mancanegara (wisman) ke Indonesia.
Ia awalnya menyoroti usulan tambahan anggaran Rp 1,99 triliun nan diusulkan Menpar Widiyanti. Ia menyebut sektor pariwisata tidak tergantung pada uang.
"Kita punya istilah tidak ada akar, rotan pun jadi, ini negara acapkali njenengan sebut juga, Singapura, Thailand, Malaysia, contohnya Malaysia ini kan separonya (anggaran Pariwisata) dari Singapura, tapi faktanya di 2026 sekarang Singapura jadi negara nomor 1 kunjungan wisata luar negerinya ke Malaysia. Jadi menurut saya tidak semua tergantung dari modal, meski modal juga aspek utama," kata Yoyok saat rapat di Komisi VII DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yoyok juga menyoroti Menpar Widiyanti nan bangga potensi pariwisata RI ke-2 setelah Malaysia. Padahal, kata dia, pariwisata Indonesia tetap ditopang visitor lokal.
"Itu sama juga itu duitnya rakyat juga, dari saku atas hanya pindah ke saku bawah," ucap Yoyok.
Selanjutnya, Yoyok juga menyoroti rendahnya kunjungan visitor mancanegara alias luar negeri ke Indonesia. Dia menegaskan tingkat kunjungan wisawatan mancanegara ke Indonesia paling buncit se-ASEAN.
"Faktanya adalah bahwa kunjungan wisman nan ke Indonesia di negara ASEAN saja kita nomor 5 loh bu, nomor 5 paling buncit itu, padahal kita tahu gimana potensi alam kita, kita ada Labuan Bajo, ada Raja Ampat, ada Borobudur, ada Bali, ada Lombok, nan diakui dunia," ujar dia.
pariwisaKarena itu, dia meminta Menpar Widiyanti segera membenahi perihal tersebut. Ia juga memberi beberapa masukan. "Persoalan Pariwisata di dalam negeri kita itu salah satu nan menghalang bu biaya pesawat e larang bu, ini contoh gimana dari Singapura ke Bangkok itu jauh lebih murah daripada Jakarta ke Raja Ampat. Kemudian ditambah lagi dari airport ke lokasi wisata tetap perjalanannya jauh banget," jelas dia.
"Oleh karenanya nan perlu njenengan lakukan coba njenengan koordinasi dengan lintas lembaga terkait, itu avtur minta diturunin unik untuk wisata, jadi nggak pakai biaya kan, njenengan nan maju ke sana, saya nggak tahu caranya lantaran ini tugas njenengan," lanjut dia.
Lebih jauh, dia juga meminta Menpar Widiyanti melonggarkan visa bagi visitor India, China, dan Timur Tengah. Ia mencontohkan Malaysia dan Thailand
"Malaysia dan Thailand ini visanya lenggang banget bakal open visa bagi China dan India. Kemudian saya sarankan ke njenengan, nggak pakai biaya nih, kudu koordinasi dengan Imigrasi gimana caranya visa untuk India, China, dan Timur Tengah, coba diperlonggar, ini kan untuk devisa, kenapa tetangga bisa kita nggak bisa? Kalau bisa ini dilakukan," tutur dia.
(maa/isa)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·