Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto menyebut polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI baru pertama kali terjadi, sejak perlombaan ini digelar pada 2017.
Menurut Abraham, selama sembilan tahun pelaksanaan, belum pernah ada masalah berarti.
“Belum pernah, belum pernah. Belum pernah ada masalah seperti ini, belum pernah terjadi,” ujar Abraham saat dihubungi kumparan, Selasa (12/5).
Abraham mengatakan, kejadian itu menjadi pertimbangan bagi penyelenggaraan aktivitas ke depan, khususnya mengenai kesiapan teknis dan kerja event organizer (EO).
“Ya dalam penyelenggaraan itu event organizer-nya gitu, kelak kita koreksi lagi persiapan perlengkapan lebih baik. Miskomunikasi lah,” tuturnya.
Ia menjelaskan, LCC Empat Pilar tingkat SMA sudah berjalan sejak 2017. Namun, untuk tahun ini sistem seleksi dilakukan dari tingkat kabupaten sebelum masuk ke tingkat provinsi.
“Oh itu nan untuk tingkat SMA itu sudah dari tahun 2017, tetapi sekarang ini kita seleksi sampai tingkat kabupaten. Dari kabupaten baru provinsi. Jadi ini baru jalan separuh provinsi,” ungkapnya.
Sekilas Polemik Penilaian
Polemik terjadi dalam lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat nan digelar pada 9 Mei 2026.
Saat itu, regu SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus 5 lantaran jawabannya dinilai salah.
Namun, regu SMAN 1 Sambas memberikan jawaban nan sama dan justru memperoleh nilai 10 lantaran dianggap benar.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·