
Citra satelit ini menunjukkan kobaran api di kapal-kapal setelah serangan terhadap pelabuhan di Bandar Abbas, Iran, 2 Maret 2026. (Foto: AP)
JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) diam-diam telah melakukan serangkaian serangan terhadap Iran di tengah perang Amerika Serikat (AS)-Israel nan sedang berlangsung, menurut sebuah laporan nan diterbitkan pada Senin (11/5/2026).
Salah satu targetnya adalah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, menurut sumber anonim nan mengetahui masalah tersebut kepada surat berita The Wall Street Journal (WSJ). Kilang minyak itu dihantam pada awal April, sekitar waktu Presiden AS Donald Trump bakal mengumumkan gencatan senjata dengan Iran, menyebabkan kebakaran besar dan melumpuhkan akomodasi tersebut, menurut WSJ.
Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan drone ke UEA dan Kuwait. Salah satu sumber mengatakan AS diam-diam menyambut masuknya UEA ke dalam perang. Iran telah menargetkan UEA lebih dari negara lain mana pun, termasuk Israel, melakukan lebih dari 2.800 serangan rudal dan drone ke negara Teluk tersebut, menurut laporan WSJ.
Serangan-serangan tersebut telah menimbulkan kerusakan signifikan pada ekonomi UEA, memicu PHK dan libur paksa, serta telah "memicu pergeseran mendasar dalam pandangan strategis negara tersebut menjadi pandangan nan sekarang memandang Iran sebagai tokoh jahat nan berkeinginan untuk merusak model ekonomi dan sosial negara nan berbasis pada talenta ekspatriat dan reputasi keamanan dan stabilitas," kata para pejabat Teluk nan tidak disebutkan namanya kepada WSJ.
Kementerian Luar Negeri UEA tidak berkomentar tentang serangan tersebut ketika didesak untuk memberikan komentar oleh surat berita tersebut. Namun, mereka merujuk pada pernyataan nan dikeluarkan sebelumnya nan menekankan kewenangan Abu Dhabi untuk menanggapi tindakan permusuhan.
“Sangat krusial untuk mempunyai negara Arab Teluk sebagai pihak nan bertempur nan menyerang Iran secara langsung,” kata Dina Esfandiary, seorang analis Timur Tengah, kepada WSJ. "Teheran sekarang bakal berupaya untuk semakin memperlebar lembah pemisah antara UEA dan negara-negara Arab Teluk lainnya nan mencoba menengahi pengakhiran perang."
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·