F-35.(Al Jazeera)
LAPORAN terbaru dari Kongres Amerika Serikat mengungkap kebenaran mengejutkan mengenai kerugian material nan dialami militer AS sejak dimulainya perang dengan Iran. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari 40 pesawat militer AS lenyap alias rusak dalam operasi nan dikenal sebagai Operation Epic Fury.
Secara total, terdapat 42 pesawat nan hancur, mencakup jet tempur canggih, pesawat pengintai, hingga drone. Kerugian ini disebabkan oleh beragam insiden, mulai dari pertempuran langsung hingga kejadian tragis tembakan kawan sendiri (friendly fire).
Rincian Kerugian Pesawat dan Estimasi Biaya
Laporan tersebut merinci jenis-jenis pesawat nan hilang yang menunjukkan skala intensitas bentrok di wilayah tersebut. Beberapa kehilangan nan paling menonjol meliputi:
- 1 unit F-35A Lightning II: Jet tempur siluman ini diperkirakan berbobot US$110 juta.
- 4 unit F-15E Strike Eagle: Tiga di antaranya jatuh akibat friendly fire di atas Kuwait pada 2 Maret, sementara satu lainnya ditembak jatuh di Iran pada 5 April. Total kerugian untuk unit ini mencapai nyaris US$300 juta.
- 7 unit KC-135 Stratotanker: Pesawat pengisi bahan bakar ini jatuh di wilayah udara sekutu, dengan perkiraan biaya penggantian mencapai US$1,8 miliar.
- 24 unit MQ-9 Reaper & 1 unit MQ-4C Triton: Kehilangan besar pada armada drone pengintai dan penyerang.
- Pesawat lainnya: Termasuk 1 unit A-10 Thunderbolt II, 1 unit E-3 Sentry AWACS, 2 unit MC-130J Commando II, dan 1 helikopter penyelamat HH-60W Jolly Green II.
Pentagon dilaporkan merevisi perkiraan biaya perbaikan dan penggantian total dari US$25 miliar menjadi US$29 miliar alias sekitar Rp510 triliun. Meskipun biaya penggantian bentuk pesawat diperkirakan sekitar US$7 miliar, valuasi sebenarnya bervariasi lantaran beberapa model sudah tidak diproduksi lagi.
Konteks Konflik:
Perang pecah setelah Presiden Donald Trump meluncurkan serangan pada 28 Februari nan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini memicu kerusuhan regional dan blokade Iran di Selat Hormuz.
Reaksi Iran dan Dampak Domestik AS
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengejek laporan tersebut dengan menyatakan bahwa Kongres AS akhirnya mengakui kerugian miliaran dolar. Ia juga mengeklaim bahwa angkatan bersenjata Iran nan pertama sukses menembak jatuh jet tempur F-35 nan selama ini dibanggakan AS.
Di dalam negeri, meskipun Presiden Trump bersikeras bahwa AS memenangkan perang, laporan ini memberikan tekanan pada tingkat persetujuan (approval rating) sang presiden. Kongres sekarang tengah mengevaluasi apakah kerugian besar ini mencerminkan perubahan keahlian musuh alias kelemahan dalam keahlian memperkuat pesawat AS di lingkungan bentrok nan sengit.
Selain kerugian udara, investigasi CNN sebelumnya mengungkapkan bahwa setidaknya 16 situs militer Amerika di Timur Tengah telah rusak akibat serangan Iran. Laporan intelijen terbaru juga menunjukkan bahwa Iran membangun kembali pedoman industri militernya lebih sigap dari perkiraan, termasuk memulai kembali produksi drone dan membangun kembali situs rudal nan hancur. (The Independent/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·