Lapor ke Prabowo, Luhut: Ekonomi RI 3 Bulan ke Depan Aman dan Terjaga

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan kondisi terkini perekonomian nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Selasa (21/4). Luhut mengungkapkan esensial ekonomi Indonesia tetap handal dan terkendali di tengah meningkatnya eskalasi dan ketidakpastian geopolitik global.

Luhut memaparkan hasil simulasi ekonomi terbaru nan disusun oleh DEN. Berdasarkan kajian tersebut, pertumbuhan dan aktivitas perekonomian nasional diproyeksikan tetap stabil dalam tiga bulan ke depan.

Meskipun demikian, pemerintah telah merumuskan beragam skenario kebijakan antisipatif sebagai langkah mitigasi andaikan ketegangan geopolitik berjalan lebih lama dari perkiraan.

"Berdasarkan simulasi komprehensif nan kami lakukan, kondisi perekonomian kita dalam tiga bulan ke depan tetap sangat kondusif dan terjaga. Fundamental ekonomi kita kuat. Namun, sesuai pengarahan Bapak Presiden, kita tidak boleh lengah. Pemerintah telah menyiapkan skenario mitigasi nan konkret untuk mengantisipasi berlanjutnya dinamika dunia ini," ujar Luhut, mengutip keterangan resmi, Rabu (22/6/2026).

Salah satu konsentrasi utama langkah antisipatif tersebut adalah memitigasi potensi lonjakan nilai energi, khususnya menyangkut pelebaran selisih antara nilai minyak mentah dunia dan nilai jual bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. DEN juga menekankan pentingnya menjaga rantai pasok komoditas strategis, seperti sulfur, nan krusial bagi keberlanjutan program hilirisasi industri nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) nasional agar tidak terganggu oleh dinamika global.

Dari sisi ketahanan fiskal, pemerintah menjamin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada dalam koridor nan sehat dan terkendali. Defisit fiskal bakal dijaga ketat di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), melalui efisiensi shopping nan terukur serta optimasi penerimaan dari sektor komoditas ekspor andalan, seperti batu bara dan kelapa sawit.

"Masyarakat dan bumi upaya tidak perlu khawatir, APBN kita tetap sangat terkendali. Defisit bakal disiplin kita jaga di bawah 3 persen melalui efisiensi shopping nan tepat sasaran, sekaligus memaksimalkan momentum nilai komoditas ekspor untuk memperkuat penerimaan negara," kata Luhut.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan di sektor riil, Luhut menerangkan pemerintah bakal mempercepat deregulasi sebagai stimulus non-fiskal. Dia juga menekankan bahwa penuntasan halangan struktural di lapangan menjadi prioritas agar proses perizinan semakin sederhana, efisien, dan memberikan kepastian norma bagi pelaku upaya di tengah situasi dunia nan penuh dinamika.

Lebih jauh, pemerintah memandang situasi geopolitik ini bukan semata sebagai tantangan, melainkan sebagai sebuah kesempatan strategis.

Tak hanya mengenai ekonomi, dalam pertemuan itu Luhut juga bicara mengenai percepatan transformasi digital pemerintahan (GovTech) serta penguatan inisiatif pembangunan Indonesia Financial Center guna menangkap potensi pergeseran arus modal global.

"Kita tidak hanya bicara soal bertahan, tapi gimana mengambil faedah dari situasi ini. Percepatan GovTech dan pembangunan Indonesia Financial Center adalah langkah strategis kita untuk memanfaatkan pergeseran arus modal global. Dengan kerjasama nan solid antara pemerintah dan bumi usaha, kita optimis momentum ini dapat kita jadikan katalis bagi lompatan kemajuan nasional," kata Luhut.

(hoi/hoi)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News