Jakarta, CNBC Indonesia - Pedagang membenarkan jumlah pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat makin berkurang satu per satu, di mana perihal ini sejatinya sudah terjadi sejak pandemi Covid-19.
Ketua Pedagang Pasar Tanah Abang, Yasril Umar mengatakan sejak pandemi Covid-19, banyak kios-kios nan perlahan mulai tutup lantaran penjualan pedagang ambruk dan tak sanggup lagi bayar sewa ruko. Bahkan dirinya mengungkap lantai 3A Blok B Tanah Abang menjadi nan paling parah lantaran nyaris semua ruko sudah tutup.
"Sejak Covid-19, sudah banyak nan tutup, apalagi di lantai 3A Blok B, tutup nyaris 1 lantai," kata Yasril saat dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (14/5/2026).
Yasril melanjutkan, kondisi lantai 5 Blok B Tanah Abang justru lebih baik, lantaran hanya separuh toko nan sudah tutup. Sedangkan sisanya tetap memperkuat lantaran dekat dengan tempat ATM.
"Kalau di lantai 5 Blok B, itu tetap ada nan buka dan nan tutup separuhnya, lantaran ada ATM dan teller bank-bank nan tetap buka di lantai tersebut," lanjutnya.
Foto: Kondisi banyak toko tutup di lantai 3A Blok B Tanah Abang, Rabu (13/5/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Namun, pihaknya tidak merinci ada berapa total ruko nan tersedia di lantai 3A dan 5 Blok B Tanah Abang.
Yasril menjelaskan, penyebab sepinya Tanah Abang terjadi lantaran makin melemahnya daya beli dan pergeseran pola shopping masyarakat.
"Penyebab sepinya Tanah Abang lantaran lemahnya daya beli masyarakat dan berubahnya budaya jual beli masyarakat menjadi online," jelasnya.
Oleh lantaran itu, para pedagang terpaksa tidak melanjutkan sewa tokonya dan memilih untuk beranjak berbisnis lainnya.
"Dengan situasi pasar nan makin sepi, banyak pedagang nan tidak lagi menyambung sewa kiosnya dan ada juga nan berdagang lain," ujarnya.
(chd/wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·