
Ilustrasi bulu tangkis. (Foto: Freepik)
KUALA LUMPUR – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) resmi mengambil langkah inovatif dengan menyetujui penggunaan kok (shuttlecock) berbahan bulu sintetis dalam sejumlah turnamen internasional. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap krisis kesiapan bulu angsa dan bebek nan memicu lonjakan nilai kok di seluruh dunia.
Uji coba ini bakal difokuskan pada turnamen kategori Grade 3 serta kejuaraan internasional tingkat junior. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BWF untuk mengevaluasi apakah kok sintetis layak digunakan di turnamen elit di masa depan, dengan tetap menjaga standar kualitas terbang dan karakter permainan nan selama ini ada.
"Inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan jangka panjang BWF untuk mengevaluasi kok bulu sintetis untuk potensi penggunaan di tingkat elit," tulis pernyataan resmi BWF, dikutip Kamis (9/4/2026).
1. Dipicu Kelangkaan Bahan Baku
Masalah utama nan menghantui industri bulu tangkis saat ini adalah meroketnya biaya bahan baku di China, produsen utama kok dunia. Harga kok dilaporkan melonjak hingga lebih dari dua kali lipat pada tahun lalu.
Ilustrasi Bulu Tangkis
Kelangkaan ini terjadi lantaran penurunan tajam produksi bebek dan angsa di China, nan dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi masyarakat setempat. Sebagai gambaran, satu kok berbobot tinggi memerlukan 16 helai bulu pilihan nan biasanya diambil dari bagian sayap.
Di sisi lain, ketenaran bulu tangkis nan terus tumbuh pesat di China justru membikin permintaan pasar semakin tinggi di saat pasokan bahan baku sedang merosot. Meski Sekretaris Jenderal BWF, Thomas Lund, menyebut situasi ini belum mencapai level krisis nan akut, dia menegaskan produsen kudu segera mempercepat pengembangan pengganti sintetis guna mengatasi tantangan rantai pasok.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·