Langka dan Diburu, Komponen Mobil Timor Ini Masih Banyak Dicari

Sedang Trending 41 menit yang lalu
Toko Indonesia Raya Motor di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Mobil Timor mungkin sudah lama tidak lagi menghiasi jalanan sebanyak era tahun 1990-an. Di tengah usianya nan semakin tua, mobil nan dulu dikenal sebagai mobil nasional itu rupanya tetap dipertahankan beberapa pemiliknya, termasuk nan mencari komponennya ke sentra onderdil mobil.

Wasing, pemilik toko Indonesia Raya Motor, mengungkapkan bahwa permintaan spare part Timor kerap sesekali masuk ke tokonya. Menariknya, konsumen nan datang justru mencari bagian mesin, bukan komponen nan sigap aus seperti kampas rem dan filter oli.

"Masih ada nan cari Timor, tapi jarang sih, tadi pagi ada nan beli. Dibandingkan dulu sama sekarang berkurang, sekitar tahun 2010-an mulai turun, nggak seperti awal tahun 2000-an ramai," kata Wasing kepada kumparan saat ditemui di Wisma Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

Toko Indonesia Raya Motor di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Komponen mesin dan kaki-kaki merupakan beberapa bagian nan tetap dicari. Ia menyebut, piston dan ring piston menjadi peralatan nan umumnya dibeli para pemilik Timor.

Wasing mengatakan nilai onderdil Timor relatif terjangkau, mengikuti nilai mobil bekasnya nan saat ini juga sudah murah. Ia bilang, kebanyakan konsumen nan datang membeli komponen imitasi karena nilai suku cadang genuine parts Timor sudah melambung tinggi.

"Biasanya nan cari Timor itu bengkel luar kota, tapi tetap sekitaran Jakarta. Ada nan datang langsung, ada nan dari telepon. Belum pernah ada sih konsumen nan datang langsung," tambahnya.

Salah satu komponen nan cukup susah ditemukan adalah bagian interior, terutama bagian dasbor. Wasing menuturkan, peralatan ini tetap diburu lantaran materialnya rentan mengalami keretakan.

Spare part mobil di toko Indonesia Raya Motor di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Disebutkannya, komponen dasbor Timor sudah tidak lagi diproduksi sehingga ketersediaannya semakin terbatas. Kondisi itu membikin harganya menjadi tinggi ketika tetap ada peralatan nan ditemukan di pasaran.

"Timor itu kan dari KIA ya. Ada kembarannya juga kan sama Mazda Interplay, jadi ada beberapa bagian nan memang bisa disubstitusi," imbuhnya singkat.

Berdasarkan pantauan kumparan saat berjamu ke lokasi, spare part Timor tetap dijual di beberapa toko di area tersebut. Sejumlah pedagang menyebut stok nan tersedia sudah tidak selengkap dulu dan sebagian besar hanya menjual komponen nan sudah lama disimpan.

Timor sendiri merupakan mobil nan diperkenalkan sebagai bagian dari proyek mobil nasional Indonesia pada tahun 1996. Model pertamanya, Timor S515, menggunakan pedoman Kia Sephia dari Korea Selatan dan dipasarkan oleh PT Timor Putra Nasional. Proyek tersebut tidak berjalan lama setelah krisis moneter tahun 1997 dan beragam persoalan nan menimpa industri otomotif kala itu.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan