
Laba Produsen Baterai Ini Tembus USD3 Miliar, Jauh Lampaui Keuntungan BYD hingga Geely (Dok CATL via Car News China)
JAKARTA - Perusahaan teknologi dan produsen baterai asal China, CATL, meraup untung hingga USD3,06 miliar. Jumlah tersebut jauh di atas untung produsen asal China. Bahkan, jika untung BYD, Geely, dan Chery digabung, jumlahnya tetap kalah dibandingkan untung bersih CATL.
1. Laba Tembus USD3 Miliar
Menurut laporan Sina Auto, produsen baterai terbesar di bumi itu meraup untung hingga USD3,06 miliar pada kuartal pertama 2026.
Menurut China EV DataTracker, instalasi baterai CATL mencapai 59,52 GWh di China pada kuartal pertama 2026. Perusahaan ini menguasai 46,4% pangsa pasar. Jumlah itu naik 3,47% dari tahun ke tahun, meski penjualan kendaraan listrik lesu akibat penghapusan subsidi pemerintah.
Pendapatan perusahaan mencapai USD17,9 miliar. Menurut sumber tersebut, nomor ini melampaui pendapatan Li Auto, Nio, dan Xpeng sepanjang 2025 jika digabungkan.
Selain itu, untung bersih CATL nan dapat diatribusikan kepada pemegang saham adalah 20,7 miliar yuan per kuartal pertama tahun 2026. Angka ini melampaui untung campuran tujuh produsen mobil terkemuka Tiongkok dalam satu kuartal: Chery, Geely, BYD, SAIC, GWM, Seres, dan Changan.
Total untung bersih mereka pada kuartal pertama sekitar USD 2,59 miliar USD.
Berikut daftar untung bersih kuartal pertama dari perusahaan otomotif China, melansir laman Car News China, Jumat (19/6/2026):
CATL – USD3,06 miliar
Chery – USD617,1 juta
Geely – USD615,6 juta
BYD – USD603,8 juta
SAIC – USD446,9 juta
GWM – USD139,8 juta
Seres – USD111,6 juta
Changan – USD51,9 juta
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin ototekno lainnya
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·