Graha Askrindo.(Dok.Askrindo)
PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) alias Askrindo mencatatkan untung setelah pajak konsolidasi sebesar Rp1,69 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut melampaui sasaran perusahaan hingga 328%dan ditopang oleh penguatan tata kelola, strategi upaya nan adaptif, serta pengelolaan akibat nan prudent.
Direktur Utama Askrindo M. Fankar Umran mengatakan keahlian positif itu merupakan hasil transformasi upaya nan dilakukan secara berkepanjangan dengan konsentrasi pada kualitas portofolio dan penguatan manajemen risiko.
"Capaian positif sepanjang tahun 2025 ini mempertegas komitmen Askrindo untuk terus tumbuh secara sehat dan berkualitas. Askrindo datang menghubungkan kekuatan UMKM dan proyek strategis nasional, sekaligus mentransformasikan akibat menjadi penggerak pertumbuhan dan pilar ketahanan ekonomi Indonesia," ujar Fankar dalam keterangannya.
Kinerja upaya Askrindo juga ditopang oleh pertumbuhan di beragam lini upaya nan mendorong peningkatan pendapatan premi dan profitabilitas. Hingga akhir 2025, total aset perusahaan tercatat mencapai Rp31 triliun.
Menurut Fankar, perusahaan tetap berfokus pada tiga pilar utama, ialah memperkuat pembiayaan dan perlindungan bagi upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN), serta memperluas akses asuransi mikro bagi masyarakat.
Selain mencatat pertumbuhan keuangan, Askrindo juga memperkuat aspek tata kelola perusahaan melalui peningkatan kegunaan Governance, Risk and Compliance (GRC). Perusahaan sukses menurunkan profil akibat sekaligus membangun budaya kesadaran akibat di seluruh organisasi.
Askrindo juga telah menerapkan PSAK 117 dalam penyusunan laporan finansial sebagai upaya meningkatkan transparansi dan menyelaraskan praktik pelaporan dengan standar global. Atas laporan finansial tersebut, Askrindo memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari RSM Indonesia pada 19 Juni 2026.
Ke depan, Askrindo bakal terus memperkuat esensial upaya melalui mitigasi akibat nan disiplin, memperluas kerjasama dengan perbankan dan beragam instansi, serta mempercepat jasa melalui peningkatan kecermatan penilaian akibat alias prudent underwriting.
"Askrindo menegakkan tata kelola ini secara konsisten, termasuk melalui penerapan reward dan punishment nan tegas, lantaran disiplin dan akuntabilitas adalah syarat absolut pertumbuhan nan berkelanjutan. Pertumbuhan berbobot adalah hasil dari tata kelola nan kuat. Ini bukan hanya tentang nomor laba, tapi bukti nyata bahwa governance nan solid dan transparansi adalah fondasi kepercayaan stakeholder serta kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional," kata Fankar. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·