Kultum Ramadhan: Menghidupkan Hati di Akhir Ramadhan

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

 Menghidupkan Hati di Akhir Ramadhan

Ilustrasi. (Foto: NU Online)

JAKARTA - Bulan suci Ramadhan sejenak lagi bakal berlalu, digantikan dengan bulan Syawal nan ditandai dengan seremoni Hari Idulfitri. Di penghujung Ramadhan, ibadah nan biasanya banyak dilakukan sejak awal bulan suci ini, kerap mulai berkurang, diambil alih oleh kesibukan menyambut lebaran, mulai dari perjalanan mudik, berbelanja untuk hari raya dan beragam aktivitas lainnya.

Berikut kultum mengenai menghidupkan hati di penghujung bulan Ramadhan, sebagaimana dilansir dari NU Online.

Kultum Ramadhan 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ramadhan seumpama tamu agung nan sedang mengemasi barang-barangnya, bersiap untuk pamit meninggalkan tuan rumah. Ada rasa haru nan menyelinap, namun sering kali rasa itu tertutup oleh hiruk-pikuk persiapan menyambut hari raya. Pasar-pasar ramai, dapur-dapur mengepul, dan suasana bentuk tampak begitu hidup.  

Namun, di tengah gemerlap lampu dan bunyi takbir nan sejenak lagi menggema, ada satu pertanyaan senyap nan perlu kita tanyakan pada diri sendiri: Apakah hati kita betul-betul hidup, alias hanya suasana di sekitar kita nan hidup?  

Puasa bukan sekadar menahan lapar dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, Ramadhan adalah madrasah ruhani nan tujuan utamanya adalah ihyaul qalb, menghidupkan hati nan mungkin selama sebelas bulan sebelumnya meninggal suri akibat kelalaian dan dosa.  

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com