Jakarta, CNN Indonesia --
Kuda pacu dari Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, nan baru meraih gelar juara nasional ikut terbakar saat kobaran api melahap Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II usai mengikut Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kuda Pacu di Pulau Jawa.
"Iya kuda pacu nan merupakan perwakilan satu-satunya dari Sulsel ikut terbakar," kata pemilik kuda pacu, Lolong Daeng Azis, Senin (3/8).
Lolong mengatakan kuda pacu nan berjulukan Bintang Permana berada di Pulau Jawa untuk mengikut kejurnas sejak bulan Februari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nahas, giliran hendak dibawa pulang ke Jeneponto dengan menumpangi KM Mutiara Sentosa 2, kuda pacu jawara itu ikut terbakar berbareng enam kuda lainnya.
"Ini mau pulang, ada juga 6 kuda pangkas nan ikut terbakar. Harganya kurang lebih Rp100 juta lebih, saya beli mau dibawa ke Jeneponto," ungkapnya.
Lolong menuturkan bahwa kuda pacunya tersebut sempat dilatih oleh atlet nasional, Verdianto namalain Aco nan turut menumpangi KM Mutiara Sentosa 2 selama mengikuti rangkaian kejurnas.
Kondisi joki kuda pacu tersebut dipastikan selamat.
"Saya sudah komunikasi tadi malam, dia dalam kondisi selamat," katanya.
Saat ini, kata Lolong bahwa Verdianto telah berada di Surabaya setelah dievakuasi dari Madura.
KMP Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8). Kapal dengan rute Surabaya-Makassar tersebut mengangkut sekitar 250 orang penumpang saat kejadian terjadi.
Hingga Senin (3/8) total 234 orang penumpang KMP Mutiara Sentosa II telah ditemukan.
Sebanyak 229 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang ditemukan meninggal dunia. Proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii mengatakan cuaca jelek di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, menjadi salah satu hambatan dalam proses pemindahan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.
Ia menjelaskan operasi pencarian bakal dilaksanakan maksimal selama tujuh hari andaikan tetap ada korban nan dinyatakan belum ditemukan.
Setelah tujuh hari, Basarnas berbareng unsur mengenai bakal mengevaluasi untuk menentukan perlu tidaknya perpanjangan masa pencarian.
"Kalau misalkan ada korban nan dinyatakan belum ketemu, tentunya operasi kita bakal melaksanakan selama 7 hari dan selesai 7 hari kita bakal pertimbangan dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Di situlah kita bakal menentukan ada perpanjangan alias tidak," kata Syafii, Senin.
Di sisi lain,Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan perusahaan pemilik KM Mutiara Sentosa II, sudah mengalami kecelakaan sebanyak dua kali.
Ia pun menyatakan bakal melakukan pertimbangan terhadap perusahaan tersebut.
"Perusahaan [pelayaran] kita bakal melakukan pertimbangan memandang dari info nan ada, jika tidak salah sudah dua kali [kecelakaan] ya," kata Dudy.
Ia juga menyebut info manifest penumpang kapal itu diduga simpang siur alias tak sesuai dengan kondisi faktual.
Hal itu diketahui dari adanya lima anak penumpang KM Mutiara Sentosa 2 nan ditemukan dan dievakuasi, tapi mereka sama sekali tidak tercatat dalam manifest resmi.
"Ada lima anak nan yang tidak tercatat dalam manifest. Nanti mungkin hanya dicantumkan anak ini nan bakal menjadi pertimbangan kami juga, kenapa tidak tercatat di dalam manifest. Mestinya kan setiap penumpang nan ada di dalam kapal semua kudu tercatat," kata Dudy.
Selain lima anak itu, persoalan manifest ini juga terungkap dari laporan family nan tidak menemukan nama kerabatnya dalam manifest.
"Kita bakal cocokkan lantaran memang ada simpang siur antara manifest dengan aktual nan ada di lapangan. Jadi info nan kami dapatkan, ada penumpang juga nan membatalkan perjalanan, tapi tidak dilakukan revisi atas manifest. Jadi ini nan kudu kami cocokkan kembali," katanya.
(yoa/mir/gil)
[Gambas:Video CNN]
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·