Batam, CNN Indonesia --
Kualitas udara di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dikategorikan sangat tidak sehat akibat dampak kiriman asap kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di Sumatra dan Kalimantan, Selasa (15/9).
Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kualitas udara di sejumlah wilayah Kepri rata-rata di atas 101, apalagi ada nan nyaris mencapai 200 dengan kategori sangat tidak sehat di Kota Batam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh kabupaten/kota sudah di atas 101, nan paling parah memang kondisinya di Batam 171, mendekati 200, itu adalah kategori nan sangat tidak sehat," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri kepada CNN Indonesia, Selasa (15/9).
Lebih lanjut, dia mengatakan dengan kondisi udara nan sangat jelek juga berakibat pada kesehatan.
Bisri mengungkap info Dinas Kesehatan Provinsi Kepri mencatat peningkatan kasus jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA) sejak akhir bulan Agustus 2026 hingga pertengahan bulan September 2026.
Kasus ISPA ditemukan 3.000 naik berjenjang jadi 3.400, kemudian naik menjadi 3.600 kasus. Total kenaikan setiap kasus mencapai 600 kasus ISPA.
"Dalam tiga minggu terakhir, naik 600 kasus orang dengan jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA)," ujarnya.
Dia menambahkan kualitas udara di Kepri terbukti sangat tidak sehat dan membahayakan. Dia meminta agar anak-anak dan lansia tidak melakukan aktivitas di luar ruangan, selain menggunakan masker nan tebal.
Bisri menyebut untuk golongan nan rawan seperti orang tua dan anak-anak sekolah TK dan PAUD sebaiknya tidak beraktivitas alias belajar mengajar di luar ruangan.
(arp/wis)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·