Riset: Disleksia pada Anak Ternyata Dipengaruhi Faktor Genetik dari Orang Tua

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Anak stress belajar Foto: BlurryMe/Shutterstock

Moms, anak sudah sering diajak membaca, tapi tetap kesulitan mengenali huruf, mengeja, alias membaca kata? Jangan buru-buru menganggapnya malas belajar, ya. Kesulitan seperti ini bisa menjadi salah satu tanda disleksia.

Disleksia adalah kesulitan belajar nan dapat membikin anak mengalami halangan dalam membaca, mengeja, alias mengenali kata. Kondisi ini tidak berangkaian dengan tingkat kepintaran anak. Lantas, apa nan menyebabkan disleksia?

Penelitian menunjukkan bahwa keahlian membaca anak dipengaruhi oleh beragam faktor, termasuk lingkungan dan genetik. Artinya, aspek genetik dari orang tua juga bisa berangkaian dengan keahlian membaca anak.

Faktor Genetik Berperan dalam Kemampuan Membaca

Ilustrasi anak belajar baca, tulis, dan berbilang (Calistung). Foto: Odua Images/Shutterstock

Jurnal nan diterbitkan dalam Neuroscience & Biobehavioral Reviews dan terindeks di National Library of Medicine meninjau 13 penelitian longitudinal pada anak kembar dan kerabat adopsi.

Hasilnya menunjukkan bahwa aspek genetik ikut berkedudukan dalam perkembangan keahlian membaca dan keahlian kognitif nan berangkaian dengan membaca. Sementara itu, pengaruh genetik dan lingkungan dapat berubah seiring anak tumbuh.

Seberapa Besar Pengaruh Genetik pada Disleksia?

Ilustrasi Anak Menulis Foto: paulaphoto/Shutterstock

Studi mengenai genetika disleksia memperkirakan pengaruh aspek genetik pada disleksia sekitar 70 persen. Namun, nomor tersebut bukan berfaedah seorang anak mempunyai kemungkinan 70 persen mengalami disleksia, ya, Moms.

Angka ini menggambarkan seberapa besar perbedaan keahlian membaca dalam suatu golongan nan berangkaian dengan aspek genetik.

Jadi, genetik bukan satu-satunya perihal nan perlu diperhatikan. Lingkungan dan pengalaman belajar anak juga ikut berkedudukan dalam perkembangan keahlian membacanya.

Jangan Buru-buru Melabeli Anak Malas

Anak dengan disleksia dapat mengalami kesulitan membaca, mengeja, alias menghubungkan bunyi dengan huruf. Kondisi ini bukan berfaedah anak kurang pandai alias tidak mau belajar.

Kalau kesulitan membaca terus terjadi meski anak sudah berusaha, orang tua bisa berkonsultasi dengan tenaga ahli untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan support nan sesuai.

Dengan begitu, anak bisa mendapatkan support nan dibutuhkan tanpa kudu merasa dirinya malas, kurang pintar, alias tertinggal dari teman-temannya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan