KTB Fuso Kembangkan AI Bisa Prediksi Kerusakan Truk Sebelum Mogok

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Truk listrik Fuso eCanter di GIIAS 2026. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mulai mengembangkan pemanfaatan kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan jasa purnajual kendaraan niaga Fuso.

Teknologi tersebut dipersiapkan agar potensi kerusakan truk bisa diprediksi lebih awal, sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelum kendaraan mengalami mogok di tengah operasional.

Pengembangannya merupakan tahap lanjutan dari sistem telematika Runner nan sudah diperkenalkan Fuso sejak 2018. Selama ini, Runner berfaedah mengumpulkan beragam info operasional kendaraan, mulai dari lokasi, konsumsi bahan bakar, hingga perilaku pengemudi.

Peluncuran Fuso Canter Extra Long Bus pada arena GIIAS 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Rabu (29/7/2026). Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Ke depan, info tersebut bakal diolah menggunakan AI untuk menghasilkan kajian kondisi kendaraan secara lebih akurat.

"Kalau sekarang telematik itu mengumpulkan data, kelak AI bakal membaca pola-pola tersebut. Misalnya langkah pengereman, akselerasi, sampai kondisi kendaraan saat digunakan. Dari situ AI bisa memberikan prediksi komponen mana nan kemungkinan bakal bermasalah lebih dulu," ujar Sales & Marketing Director PT KTB, Aji Jaya di ICE BSD, Tangerang, Rabu (5/7).

Menurutnya, keahlian tersebut menjadi salah satu langkah menuju jasa perawatan prediktif. Dengan begitu, pemilik armada dapat melakukan perbaikan sebelum kerusakan berkembang menjadi lebih besar dan menyebabkan kendaraan berakhir beroperasi.

Truk Fuso Canter jagoan Romi, pengusaha ikan di Maninjau, Sumatera Barat. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Aji menjelaskan konsep tersebut krusial bagi kendaraan niaga, lantaran setiap truk nan tidak beraksi bakal berakibat langsung terhadap produktivitas upaya pelanggan.

"Kalau sudah bisa diprediksi lebih awal, customer bisa menjadwalkan servis sebelum kendaraan betul-betul rusak. Tujuannya mengurangi downtime semaksimal mungkin," katanya.

Meski demikian, Aji mengakui AI tidak serta-merta bisa menghilangkan seluruh potensi kerusakan kendaraan. Menurutnya, tetap ada banyak aspek nan memengaruhi kondisi truk, termasuk kebiasaan pengemudi dan disiplin dalam melakukan perawatan berkala.

"Zero downtime itu sasaran nan mau didekati, bukan berfaedah kendaraan tidak bakal pernah rusak. nan kami lakukan adalah gimana teknologi bisa membantu mengurangi akibat tersebut semaksimal mungkin," ujarnya.

Fasilitas perbaikan kabin truk dan sasis Mitsubishi Fuso di Cikupa, Tangerang. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Sebagai dasar pengembangan AI, KTB telah mempunyai pedoman info nan dikumpulkan melalui Runner selama beberapa tahun terakhir. Sistem telematika tersebut sudah tersedia pada kendaraan Fuso sejak 2018, meski pemanfaatannya tetap berjuntai pada aktivasi oleh pelanggan.

Selain memantau posisi kendaraan secara real time, Runner juga bisa merekam beragam parameter operasional seperti konsumsi bahan bakar, waktu idle, kecepatan kendaraan, hingga perilaku mengemudi.

Seluruh info tersebut menjadi bahan pembelajaran AI untuk mengenali pola kerusakan berasas karakter penggunaan armada.

Truk listrik Fuso eCanter di GIIAS 2026. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Menurut Aji, pengembangan AI menjadi bagian dari transformasi jasa purnajual Fuso nan sekarang tidak lagi hanya berfokus pada perbaikan ketika kendaraan mengalami kerusakan, tetapi juga mencegah kerusakan terjadi sejak awal.

"Kalau kita bisa mengetahui potensi masalah lebih cepat, biaya operasional pengguna juga bisa ditekan. Itu nan sedang kami kembangkan sekarang," tutup Aji.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan