Kronologi Lengkap Tabrakan Maut KA Argo Bromo Vs KRL di Stasiun Bekasi Timur

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Sebanyak 14 orang meninggal dalam kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Kemenhub mengungkap kronologi komplit tabrakan maut itu.

Berikut kronologi berasas keterangan tertulis dari Kemenhub:

- Awalnya KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper taksi di perlintasan sebidang JPL 85.
- ⁠Akibat kecelakaan itu, rangkaian KRL kudu dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 lantaran berakhir berdinas dan melangkah di luar agenda reguler.
- ⁠Petugas melakukan pemberhentian terhadap satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 nan mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
- ⁠Namun KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berakhir sehingga tabrakan keras dengan KRL PLB 5568 tak terhindarkan. KA Argo Bromo sampai tembus ke gerbong KRL wanita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan proses pemindahan dan penanganan korban dilakukan secara cepat, terkoordinasi, serta penuh kehati-hatian.

Dudy menyampaikan dukacita mendalam atas korban meninggal bumi dan berambisi korban luka dapat segera pulih. Insiden ini, lanjut dia, menjadi pelajaran krusial untuk meningkatkan pelayanan transportasi.

"Kami mau menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berambisi dapat segera diberi kesembuhan," ujarnya, Selasa (28/4/2026)

Kemenhub juga mendukung penuh proses investigasi nan dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dudy menegaskan pihaknya memberikan ruang dan menunggu KNKT untuk melakukan investigasi secara independen.

"Mohon doanya dari masyarakat semoga proses pemindahan ini dapat berjalan dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan, serta dapat menyelamatkan korban-korban nan tetap ada di dalam kereta api. Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif," ujar Dudy.

Hingga saat ini pendataan jumlah korban tetap terus dilakukan. Penyesuaian operasional perjalanan KRL sementara hanya sampai Stasiun Bekasi.

(idn/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News