Kronologi Bos Kartel Australia Diciduk Saat Hendak Terbang Pakai Private Jet

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Denpasar -

Bos kartel narkoba geng 'Hells Angels' Australia, Angelo Pandeli ditangkap di Bali. Buronan interpol ini ditangkap saat hendak lepas landas dengan menggunakan private jet.

Penangkapan Angelo Pandeli ini dilakukan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Dia ditangkap setelah terdeteksi Hit Interpol Blue Notice dengan skor kecocokan 100.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan Angelo Pandeli ini. Angelo tertangkap saat hendak melakukan perjalanan dari Bali ke Mozambik dengan menggunakan private jet CAPA Jet dengan nomor penerbangan N917CJ rute Depasar (WADD)-Maputo (FQMA), Mozambik, melalui Terminal Selatan VIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan hasil pemeriksaan keimigrasian, ditemukan bahwa George Anderson Mota Correia diduga menggunakan arsip perjalanan nan bukan miliknya. Hasil pendalaman lebih lanjut mengungkap identitas sebenarnya sebagai Angelo Pandeli, penduduk negara Australia pemegang paspor Venezuela (diduga palsu)," kata Brigjen Eko Hadi saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).

Bermula, pada Sabtu (6/6) pukul 22.00 Wita, Seksi Pemeriksaan II Imigrasi TP Khusus Ngurah Rai melaksanakan pemeriksaan keimigrasian keberangkatan terhadap penumpang pesawat privat CAPA JET dengan nomor penerbangan N917CJ, menggunakan pesawat GLF5, dengan rute Denpasar (WADD) - Maputo (FQMA), Mozambik, bertempat di Terminal Selatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Berdasarkan general declaration nan disampaikan oleh operator penerbangan, diketahui bahwa pesawat tersebut membawa 3 orang awak perangkat angkut (stay on board), ialah Capt. Jagat Singh Yadav (India), Capt. Cristiano Rosa (Italia), dan F/A Svetlana Isaeva (Rusia), serta 4 orang penumpang Warga Negara Asing (WNA) lainnya.

Pada saat dilakukan pemeriksaan arsip perjalanan, verifikasi izin tinggal, serta pencocokan identitas dengan penumpang nan bersangkutan, terhadap 3 penumpang WNA lain tidak ditemukan permasalahan. Dokumen perjalanan, identitas, serta izin keimigrasian ketiganya sesuai dengan info nan tercatat pada sistem keimigrasian.

Namun kemudian, petugas pemeriksa menemukan kejanggalan terhadap penduduk negara Brasil berjulukan George Anderson Mota Correia. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada sistem keimigrasian, terhadap nan berkepentingan tidak ditemukan info perlintasan masuk maupun izin tinggal nan menjadi dasar keberadaannya di wilayah Indonesia, sehingga menimbulkan keraguan terhadap status keimigrasian nan bersangkutan.

"Mengetahui adanya kejanggalan tersebut, petugas pemeriksa segera melaporkan hasil temuannya pada kesempatan pertama kepada Supervisor Terminal Selatan guna memperoleh petunjuk dan pengarahan lebih lanjut," kata Brigjen Eko Hadi.

Singkatnya, petugas kemudian memutuskan terhadap George Anderson Mota Correia agar dilakukan penundaan keberangkatan guna pendalaman lebih lanjut, sementara terhadap ketiga penumpang lainnya dapat dilanjutkan proses pemeriksaan keberangkatannya sesuai ketentuan nan berlaku.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan keimigrasian, ditemukan bahwa George Anderson Mota Correia diduga menggunakan arsip perjalanan nan bukan miliknya. Hasil pendalaman lebih lanjut mengungkap identitas sebenarnya sebagai Angelo Pandeli, penduduk negara Australia pemegang paspor Venezuela (diduga palsu), nan terdeteksi HIT Interpol Blue Notice dengan skor kecocokan 100," tuturnya.

Atas temuan tersebut, Seksi Pemeriksaan II mengambil tindakan penundaan keberangkatan, melakukan koordinasi dengan Bidang Inteldakim dan Bareskrim Polri, serta melaksanakan penyerahan arsip perjalanan melalui Berita Acara Serah Terima (BAST) guna mendukung proses penyelidikan dan penegakan norma lebih lanjut. Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri kemudian mengirimkan tim dipimpin oleh Kasubdit 4 Dittipidnarkoba Kombes Handik Zusen, Kasatgas NIC Kombes Kevin Leleury, Kanit III Subdit 4 Dittipidnarkoba Kompol Drago, dan Kanit V Subdit 4 Dittipidnarkoba Kompol Tohar untuk mengamankan nan bersangkutan.

"Saat ini kami berbareng Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Bali melakukan koordinasi dengan Australian Federal Police (AFP) untuk melakukan deportasi terhadap Angelo Pandeli ke Australias," katanya.

Profil Angelo Pandeli

Angelo Pandeli merupakan tokoh tindak pidana terorganisir lintas negara nan sangat berpengaruh dan personil krusial dari geng motor terlarang "Hells Angels" di Australia. Angelo Pandeli diyakini bertanggung jawab atas sejumlah besar impor komersial narkotika nan dikendalikan perbatasan nan terjadi di masa lampau maupun nan tetap berjalan ke Australia.

Angelo Pandeli terakhir terlihat pada 9 Oktober 2025 di Manly, Australia dengan tindakan nan konsisten untuk menghindari penegak hukum.
AFP meyakini Angelo Pandeli sedang berupaya keluar dari Australia secara diam-diam menuju Kamboja alias Vietnam.

Informasi menunjukkan bahwa Angelo Pandeli mungkin mempunyai paspor Venezuela alias St. Kitts dan Nevis nan diperoleh secara curang. AFP juga meyakini Angelo Pandeli paling mungkin bakal mencoba melarikan diri dari Australia melalui jalur laut.

(mea/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News