Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkap rangkaian kejadian sebelum tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. KRL berakhir di stasiun itu lantaran adanya kerumunan di depan.
Awalnya, Dudy memaparkan pergerakan sejumlah kereta di lintas Bekasi. Ia menyebut KA Commuter Line 5568A (KRL nan ditabrak KA) sudah tiba lebih awal di Stasiun Bekasi.
“Kereta KA Commuter Line 5568A tiba pukul 20.34, lebih awal 1 menit di Stasiun Bekasi,” kata Dudy dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5).
Pada waktu nan nyaris bersamaan, KA Sawunggalih juga tiba di Stasiun Bekasi dalam kondisi terlambat dari jadwal.
“Kereta 116B Sawunggalih tiba di Bekasi 20.35, terlambat 5 menit dari jadwal. Kereta api Sawunggalih berakhir di Stasiun Bekasi untuk meningkatkan penumpang,” ujarnya.
Dudy kemudian menjelaskan perjalanan KA Sawunggalih setelah meninggalkan Stasiun Bekasi.
“Ini adalah ilustrasi grafisnya. Sawunggalih diberangkatkan 20.37 dari Stasiun Bekasi. Sawunggalih melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39,” katanya.
Tak lama setelah itu, sebuah taksi listrik dilaporkan mogok di tengah rel perlintasan. Insiden tabrakan kemudian terjadi ketika KRL Commuter Line relasi Cikarang-Jakarta melintas di letak tersebut.
“KA 5181B Cikarang-Jakarta pukul 20.48 melintas dan kemudian terjadi temperan dengan taksi tersebut,” katanya.
Usai kejadian itu, penduduk mulai berdatangan dan menimbulkan kerumunan di sekitar letak kejadian.
“Timbul kerumunan di mana penduduk memandang letak kecelakaan tersebut alias temperan tersebut,” ujar Dudy.
Sementara itu, KRL Commuter Line 5568A nan sebelumnya mengalami keterlambatan akhirnya diberangkatkan dari Stasiun Bekasi. KRL tersebut kemudian tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.49 WIB dalam kondisi keterlambatan bertambah.
Usai proses naik dan turun penumpang, Dudy menyebut, KRL 5568A sempat bergerak meninggalkan stasiun, namun kemudian berakhir lantaran adanya kerumunan penduduk di depan jalur.
“Ini adalah KA KRL 5568A tiba 20.49 di Stasiun Bekasi Timur sudah terlambat 9 menit. Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti alias berakhir lantaran adanya kerumunan di depan untuk memandang kejadian temperan tersebut,” ujarnya.
Beberapa menit setelah itu, KA Argo Bromo Anggrek melintas di jalur nan sama dengan kecepatan tinggi.
“Selanjutnya, Kereta Api Argo Bromo melintasi Stasiun Bekasi pukul 20.51, lebih awal 3 menit dari agenda dengan kecepatan 108 km/jam,” kata Dudy.
Tabrakan kemudian terjadi pada pukul 20.52 WIB. Akibat kejadian ini, 16 orang nan ada di dalam KRL itu tewas.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·