Kriminolog UI Soroti Jaringan Judi Online Transnasional di Balik Penggerebekan 320 WNA di Hayam Wuruk

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
Kriminolog UI Soroti Jaringan Judi Online Transnasional di Balik Penggerebekan 320 WNA di Hayam Wuruk ilustrasi.(MI)

PENGUNGKAPAN markas judi online di area Hayam Wuruk nan melibatkan 320 penduduk negara asing dinilai tidak bisa dilihat semata sebagai keberhasilan penangkapan jaringan pertaruhan daring.

Kriminolog Universitas Indonesia, Arthur Josias Simon Runtirambi, menilai kasus tersebut justru membuka pertanyaan besar mengenai lemahnya pengawasan hingga potensi keterlibatan jaringan luas nan memungkinkan praktik itu beraksi di Indonesia.

Josias mengatakan, ada banyak aspek nan perlu dibongkar lebih jauh selain soal kejahatan gambling online itu sendiri. Menurut dia, keberadaan markas gambling online di area perdagangan umum dengan melibatkan tenaga kerja asing menunjukkan adanya persoalan lain nan tidak kalah penting.

"Tentu beberapa aspek, tidak hanya kejahatan transnasional judol semata sebagai tangkapan nan dapat dikatakan sukses di Hayam Wuruk, tetapi kenapa itu bisa melangkah di tempat perdagangan biasa, ada tenaga kerja asing nan terlibat, izin upaya bagian komunikasi dan digital, dan seterusnya, ini perlu diungkap juga jika tak mau Indonesia dijadikan markas utama," kata Josias saat dihubungi, Senin (11/5).

Ia menilai perpindahan operasi jaringan gambling online lintas negara merupakan pola nan lazim terjadi. Ketika suatu negara mulai memperketat penegakan norma terhadap gambling online, golongan pelaku bakal mencari negara lain nan dianggap lebih lenggang untuk dijadikan pedoman operasional baru.

"Sehingga tak heran jika ada peralihan dari negara nan saat ini disorot sebagai pusat judol mendapat penanganan penegakan norma ketat internal dan pelaku dan golongan mengalihkan ke negara lain," ujarnya.

Menurut Josias, sifat transnasional gambling online membikin sponsor maupun penyedia mempunyai jaringan antarnegara nan luas. Ketika satu letak terungkap, operasi dapat segera dipindahkan ke tempat lain dengan tenaga kerja baru dan pola operasi baru.

Ia juga menilai dugaan adanya pihak nan melindungi praktik gambling online menjadi salah satu aspek nan membikin pemberantasannya terasa susah dilakukan secara tuntas.

Arthur menyebut lemahnya izin serta kerentanan abdi negara penegak norma dapat memunculkan kecurigaan publik bahwa kasus di Hayam Wuruk hanya bagian mini dari jaringan nan lebih besar.

"Ya kemungkinan besar izin norma lemah, ditambah lagi rentannya abdi negara penegak norma menimbulkan dugaan kasus Hayam Wuruk hanya kejadian gunung es saja," pungkasnya. (Mir/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia