Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan ada duit pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb) tahun anggaran 2021-2023 nan digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konvensi pers penahanan empat orang dari lima tersangka nan ditetapkan, Senin (10/8).
"Ada kebenaran di proses investigasi saat ini itu ada fakta-fakta bahwa aktivitas di bjb yang saat itu melangkah itu ada temuan pelanggaran perbuatan melawan norma oleh hasil auditnya. Itu nan kemudian dilakukan pengurusan oleh bank bjb dan digunakan salah satunya untuk itu uang-uang dari hasil fee dari agensi tadi," ujar Taufik di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (10/8) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dugaan itu, pada Agustus tahun lalu, KPK sudah memeriksa mantan Anggota V BPK RI Ahmadi Noor Supit.
Selain itu, Taufik menuturkan interogator juga tengah mendalami biaya nonbujeter bank bjb yang diperuntukkan untuk kepentingan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ketika itu, Gubernur Jawa Barat dijabat oleh Ridwan Kamil nan juga sudah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi.
"Tentunya ada keperluan-keperluan lain nan digunakan oleh bank bjb terkait dengan kepentingan di luar operasional nan semestinya. Misalnya ada penggunaan untuk ke Pemprov itu juga sedang didalami oleh tim," ungkap Taufik.
"Kemudian juga ada aliran-aliran nan ditemukan diduga itu adalah pihak nominee. Nah, ini sedang didalami," lanjutnya.
Pihak lain nan diduga mengenai perkara ini adalah Lisa Mariana Presley Zulkandar nan juga sudah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi.
"Ya di antaranya kita juga mendalami mengenai itu, lantaran aliran-alirannya itu pakai pihak nominee. Kami belum bisa sampaikan secara detail, kelak kita tunggu saja pengembangannya lantaran ini sudah ditahan tentunya ada masa waktu, ada pemisah waktu penahanan nan mesti disegerakan oleh tim penyidik. Artinya, pengembangan-pengembangan itu kelak menjadi bagian nan bakal dikembangkan," ucap Taufik.
KPK baru saja menahan empat orang tersangka dalam kasus ini.
Mereka adalah Pemimpin Divisi Change Management Office bank bjb sekaligus eks Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb 2020-2024, Widi Hartoto; Direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri & Pemilik PT Antedja Muliatama, Ikin Asikin Dulmanan; Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres, Suhendrik; dan Komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama, Elang Sophan Jaya Kusuma.
"Keempat tersangka dilakukan penahanan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 10 Agustus sampai dengan 29 Agustus 2026 di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK," kata Taufik.
KPK seyogianya juga bakal melakukan penahanan terhadap satu tersangka lain atas nama Yuddy Renaldi selaku Direktur Utama PT bank bjb tahun 2019-Maret 2025. Namun, nan berkepentingan mengaku sedang sakit dan meminta agenda ulang.
Taufik mengatakan interogator bakal menindaklanjuti info tersebut. Jika betul sakit, maka bakal diatur agenda ulang. Namun, jika argumen tersebut dibuat-buat, maka bakal dilakukan upaya paksa penangkapan.
(ryn/wis)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·