Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang sebagai tersangka mengenai kasus dugaan suap atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap sejumlah pengadaan di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Pantauan CNNIndonesia.com di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, para tersangka sudah dikenakan rompi oranye unik tahanan KPK dengan tangan diborgol.
Mereka dikawal oleh pengawal tahanan (waltah) untuk dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK. Penahanan bakal dilakukan selama 20 hari pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat orang tersangka dimaksud adalah Bupati Muara Enim, Edison; Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani; Aparatur Sipil Negara (ASN) BPK, Titin; dan pihak swasta berjulukan Angga.
Nama terakhir diduga merupakan orang kepercayaan dari Anggota V BPK berinisial BAR.
Teruntuk Edison dan Abi, keduanya sedang menjalani tahanan mengenai kasus sebelumnya.
Saat dikonfirmasi, hanya Titin nan memberi komentar ketika hendak digiring ke Rutan, sedangkan Angga tak bersuara seribu bahasa.
"Saya enggak terima duit ya. Ini enggak adil. Saya hanya pelaksana," kata Titin di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/6).
"Pimpinan saya berjenjang," lanjut Titin saat dikonfirmasi siapa saja di BPK nan diduga menerima uang.
KPK bakal melaksanakan konvensi pers pada Kamis (11/6) sore untuk menyampaikan kronologi OTT dan bangunan komplit perkara ini.
Sebelumnya, KPK menangkap lima orang ASN BPK dalam OTT di Jakarta pada 9 dan 10 Juni 2026. KPK belum mengungkap perincian identitas para pihak tersebut.
Operasi senyap itu berangkaian dengan dugaan tindak pidana suap atas temuan BPK terhadap sejumlah pengadaan di Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.
"Dugaan pemberian (suap) ini berangkaian dengan temuan BPK dalam pengadaan salah satunya adalah Smart TV nan kemarin sudah kita jelaskan dalam bangunan perkara Muara Enim," tutur Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Kantornya, Jakarta, Rabu (10/6).
"Ini kelak kami bakal terus kami dalami dari para pihak nan sudah diamankan dalam tangkap tangan ini," sambungnya.
Lima orang ASN BPK itu menjalani pemeriksaan di KPK hingga Rabu (10/6) malam. Konferensi pers perihal peristiwa tangkap tangan ini rencananya bakal disampaikan KPK pada hari ini.
Sebelum ini, KPK lebih dulu melakukan OTT di Jakarta dan Sumatera Selatan pada 6-8 Juni 2026 terhadap dugaan suap pengadaan peralatan dan jasa (PBJ) dan penerimaan gratifikasi tahun anggaran 2025-2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Dari 10 orang nan ditangkap, empat di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka adalah Bupati Muara Enim, Edison; Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani; orang kepercayaan bupati, Adi Triyadi; dan pihak swasta dari PT Millenium Solusi Abadi (PT MSA), Cory Erin Hardi.
Mereka telah dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhitung mulai 9 Juni sampai 28 Juni 2026.
(ryn/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·