Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita duit jutaan rupiah dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap lima orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
OTT tersebut berangkaian dengan dugaan tindak pidana suap atas temuan BPK terhadap sejumlah pengadaan di Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.
Kemarin, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Muara Enim, Edison, dan sembilan pihak lainnya atas dugaan suap pengadaan peralatan dan jasa (PBJ) dan penerimaan gratifikasi tahun anggaran 2025-2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun duit nan diamankan dari dua aktivitas tertutup tersebut sejumlah Rp500 juta. Sebagian dari itu diduga digunakan pihak Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk menyuap ASN BPK.
"Ini (barang bukti) juga mengenai ya dari perkara kemarin lantaran dari Rp500 juta nan diberikan dari pihak swasta (PT Millenium Solusi Abadi) kepada pihak di Pemkab ini, sebagian ada nan dibawa oleh pihak Pemkab Muara Enim nan kemarin dilakukan tangkap tangan, sebagian lagi untuk dugaan pemberian suap berangkaian dengan temuan BPK. Artinya, memang peralatan bukti ini pun tetap berkaitan," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Rabu (10/6).
KPK menangkap lima orang ASN BPK dalam OTT di Jakarta pada 9 dan 10 Juni 2026. Operasi senyap tersebut berangkaian dengan dugaan tindak pidana suap atas temuan BPK terhadap sejumlah pengadaan di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Lima orang nan belum disampaikan identitasnya tersebut saat ini tetap menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.
"Saat ini pihak-pihak nan diamankan tetap dilakukan pemeriksaan secara intensif dan siang tadi sudah dilakukan pembeberan dan diputuskan atas penyelidikan tertutup ini diputuskan naik ke tahap investigasi berasas bukti permulaan nan cukup dan sah," ucap Budi.
Lembaga antirasuah mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status norma para pihak nan tertangkap tangan tersebut.
Rencananya, KPK bakal menggelar konvensi pers untuk menyampaikan kronologi OTT dan bangunan komplit perkara pada Kamis, 11 Juni 2026.
Sebelumnya, KPK melakukan OTT di Jakarta dan Sumatera Selatan pada 6-8 Juni 2026 terhadap dugaan dugaan suap pengadaan peralatan dan jasa (PBJ) dan penerimaan gratifikasi tahun anggaran 2025-2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Dari 10 orang nan ditangkap, empat di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Sisanya tetap berstatus sebagai saksi.
Para tersangka dimaksud adalah Bupati Muara Enim, Edison; Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani; orang kepercayaan bupati, Adi Triyadi; dan pihak swasta dari PT Millenium Solusi Abadi (PT MSA), Cory Erin Hardi.
Mereka telah dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhitung mulai 9 Juni sampai 28 Juni 2026.
(ryn/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·