Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali melakukan lelang peralatan rampasan dari hasil tindak pidana korupsi (TPK) pada 18 Juni mendatang.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan ada sejumlah peralatan menarik nan dilelang dari rampasan perkara-perkara nan telah inkracht alias berkekuatan norma tetap.
"Seperti telepon genggam (HP), mesin kopi, sepatu bermerek, hingga tanah dan gedung berbobot miliaran rupiah," kata Budi dalam keterangan tertulis, Minggu (7/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahapan lelang telah dimulai sejak 25 Mei. Nantinya, masyarakat dapat memandang langsung barang-barang nan bakal dilelang melalui proses Aanwijzing pada 11 Juni di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK di Cawang, Jakarta Timur.
Budi mengatakan penyelenggaraan Aanwijzing merupakan salah satu corak komitmen transparansi dari KPK pada setiap penyelenggaraan lelang.
Sehingga tidak ada dugaan KPK melakukan lelang secara sembunyi-sembunyi alias barangnya ditutup-tutupi.
"Dalam proses Aanwijzing, seluruh calon peserta lelang dapat memandang secara langsung kondisi peralatan nan bakal dilelang. Seperti misalnya, kendaraan bermotor, nan dapat dilihat kondisi fisiknya, kepantasan mesinnya, hingga kelengkapan surat-suratnya," katanya.
Pada lelang periode Juni ini, KPK bakal menawarkan total 108 lot aset dengan nilai mencapai sekitar Rp311 miliar.
Rinciannya, 76 lot merupakan peralatan tidak bergerak nan terdiri dari 30 tanah dan bangunan, 39 bagian tanah, dan tujuh unit apartemen, dengan total nilai mencapai Rp308,4 miliar.
Sementara itu, 32 lot lainnya merupakan peralatan bergerak dengan total nilai lebih dari Rp2,6 miliar. Jenisnya beragam, mulai dari 16 kendaraan roda empat, satu kendaraan roda dua, hingga empat lot perangkat berat alias konstruksi.
Selain itu, terdapat tiga unit telepon genggam merek Apple seharga Rp200 ribuan, empat pin penghargaan berwarna keemasan, tiga pasang sepatu bermerek, satu ikat pinggang bermerek.
Lalu satu paket perangkat face recognition access control terminal, satu unit mesin kopi bermerek, serta satu perangkat automatic intelligent disinfection.
Budi mengatakan barang-barang nan bakal dilelang juga sudah melalui proses penilaian dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan.
Ia mengatakan setiap nilai batas objek lelang bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga lebih dari Rp10 miliar, dengan letak aset nan tersebar di beragam wilayah Indonesia.
Budi menyebut melalui sistem open bidding alias penawaran terbuka, KPK terus mendorong tata kelola dan sistem lelang nan transparan, kompetitif, dan inklusif.
"Sistem tersebut memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk berperan-serta sekaligus memperkuat prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan aset hasil tindak pidana korupsi," ujarnya.
(yoa/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·