KPI Usul Literasi Media dan Digital Masuk Kurikulumamp;nbsp;Sekolah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

KPI Usul Literasi Media dan Digital Masuk Kurikulum Sekolah

Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso

JAKARTA - Ruang digital sejatinya bisa menjadi tempat nan menguntungkan dan membawa sesuatu nan positif jika digunakan dengan baik. Namun, banyak masyarakat nan tetap gagap memanfaatkannya dan justru kerap menjadi korban dari digitalisasi.

Hal ini nampak dari perilaku masyarakat di ruang digital nan condong impulsif, kemudian menjadi pecandu medsos hingga memicu gangguan kesehatan mental. Bahkan masyarakat kerap menjadi korban penipuan dan buletin hoaks.

Dalam perkembangan lebih lanjut, bukannya mendapatkan pengetahuan nan luas tapi malah terjebak dalam echo chamber dan filter bubble.

Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso, mengatakan, kegagalan masyarakat memanfaatkan ruang digital dengan maksimal lantaran kurangnya literasi sejak dini.

“Kita tahu gimana konek ke internet, menggunakan gawai, termasuk bermain medsos. Tapi pemahaman kita gimana medsos bekerja, seperti apa algoritma, dan gimana langkah mengambil untung dari internet, tetap belum banyak nan paham,” ujar Tulus, Senin (10/8/2026).

Sama halnya dengan pemahaman gimana media bekerja sebelum era digital nan menurut Tulus tidak semua orang paham. Dampak negatif media, gimana media mempengaruhi persepsi publik, apa itu agenda setting, pada praktiknya hanya dipahami oleh pegiat media dan orang nan belajar tentang pengetahuan komunikasi.

Di era digital sekarang, tantangannya makin sulit. Literasi masyarakat nan tetap belum maksimal, sekarang kudu dihadapkan pada derasnya arus info di ruang digital nan jauh lebih kompleks daripada era media konvensional.

Oleh lantaran itu, untuk mengatasi agar masyarakat tidak menjadi korban dari digitalisasi, KPI menekankan pentingnya literasi nan dibangun sejak dini. Segenap pemangku kepentingan di sektor media, termasuk family perlu mendapatkan pencerahan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑