Kowani Ingin Kerek Kelas Singkong, Dorong Perempuan Jadi Motor Inovasi Pangan

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Kowani Ingin Kerek Kelas Singkong, Dorong Perempuan Jadi Motor Inovasi Pangan Tim Kowani mengunjungi pusat pengembangan singkong.(DOK KOWANI)

PENGEMBANGAN hilirisasi singkong berbasis wanita sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan, ekonomi desa, UMKM, koperasi, dan kemandirian keluarga. Hal ini didorong oleh Kongres Wanita Indonesia (Kowani) demi ketahanan pangan Indonesia.

Dalam kunjungan ke Rumah Tempe Cassava Srikandi TS dan Dapur Hulya – Jagonya Gluten Free, Kowani memandang besarnya potensi singkong untuk dikembangkan menjadi beragam produk pangan sehat, inovatif, berbobot tambah, serta berkesempatan masuk ke pasar modern dan industri.

Ketua Umum Kowani 2026-2029 Nannie Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa singkong kudu naik kelas dari komoditas tradisional menjadi sumber penemuan dan kekuatan ekonomi baru. “Singkong jangan berakhir sebagai bahan mentah. Kowani mau membangun ekosistem dari petani, perempuan, UMKM, koperasi, perguruan tinggi, industri, hingga pasar nasional dan internasional,” kata Nannie, Selasa (11/8).

Nannie menegaskan sebagai tindak lanjutnya, pihaknya, menggagas kompetisi nasional 'Kowani Cassava Innovation Challenge 2026–2028' dengan tema 'Dari Singkong Menjadi Nilai Tambah untuk Indonesia'. 

Dijelaskannya kejuaraan nasional ini bakal mendorong organisasi perempuan, perguruan tinggi, mahasiswa, SMK, UMKM, koperasi, peneliti, dan masyarakat desa menciptakan penemuan berbasis singkong, mulai dari future food, pangan sehat, penemuan daun singkong, zero waste cassava, bioteknologi, produk industri, hingga womenpreneur innovation.

Nannie mengatakan produk terbaik tidak berakhir pada pemberian penghargaan, tetapi diarahkan menuju inkubasi, standardisasi, sertifikasi, kreasi kemasan, business matching, akses pembiayaan, produksi, retail modern, hingga kesempatan ekspor.

“Kowani tidak hanya duduk membicarakan persoalan perempuan. Kowani turun ke bawah, menemukan potensi, mengolahnya dengan pengetahuan pengetahuan, lampau membawanya naik menjadi kekuatan ekonomi wanita Indonesia,” sarannya.

Gerakan ini bakal diperkuat melalui kerjasama dengan pemerintah, perguruan tinggi, bumi usaha, industri, petani, koperasi, organisasi perempuan, lembaga pembiayaan, dan offtaker, sekaligus dikembangkan melalui pilot project desa dan roadmap hilirisasi singkong nasional. (Yan)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia