Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 11 Agustus 2026 |21:36 WIB

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menilai hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi dapat diakselerasi dengan support beragam pihak. (Foto :Okezone.com/Kemenkop)
JAKARTA - Sebanyak 2.587 koperasi sektor perkebunan siap mendukung hilirisasi kelapa sawit. Langkah ini menjadi salah satu strategi untuk memperkuat posisi tawar petani sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menilai hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi dapat diakselerasi dengan support beragam pihak, khususnya PT Agrinas Palma Nusantara nan mendapat mandat dari pemerintah untuk mengelola lahan sawit hasil sitaan dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
"Atas lahan nan sudah diambil alih oleh Satgas PKH dan dititipkan Agrinas Palma untuk dikelola, tentu Presiden (Prabowo Subianto) mau agar pengelolaan lahan tersebut bisa melibatkan masyarakat dan personil koperasi nan merupakan petani sawit," kata Menkop, Selasa (11/8/2026).
Oleh lantaran itu, dirinya mendorong koperasi-koperasi nan tetap aktif dan berada di area perkebunan sawit untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkuat rantai pasok industri sawit.
“Koperasi didorong agar dapat mendirikan pabrik-pabrik CPO sendiri sehingga kebutuhan minyak goreng dan produk turunannya dapat dipenuhi secara berdikari oleh koperasi,” ucapnya.
Menkop mengatakan diperlukan strategi dan instrumen baru nan dapat meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, salah satunya dengan mengonsolidasikan para petani sawit dalam wadah badan upaya koperasi.
Menkop Ferry menjelaskan terdapat dua model upaya hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi nan dapat ditempuh, ialah memperkuat koperasi eksisting serta mengonsolidasikan koperasi primer melalui badan upaya nan lebih besar.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·