Korea Utara Bantah Keras Tuduhan AS Soal Ancaman Siber

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

loading...

Hacker. FOTO/Daily

NEWS YORK - Pada 3 Mei, Korea Utara menolak tuduhan AS bahwa Pyongyang merupakan ancaman keamanan siber, menyebutnya sebagai "rekayasa," menurut instansi buletin KCNA.

Seorang ahli bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan AS menyebarkan info nan salah tentang "ancaman siber nan tidak ada" dari Korea Utara untuk tujuanpolitik, dan menggambarkan tuduhan tersebut sebagai "tidak lebih dari tuduhan tanpa dasar nan bermaksud untuk mencoreng gambaran negara kami."

Pada saat nan sama, Pyongyang juga memperingatkan bahwa mereka bakal secara proaktif mengambil "semua langkah nan diperlukan" untuk melindungi kepentingan nasional dan menjaga kewenangan serta kepentingan warganya di bumi maya.

Sebelumnya, para pejabat AS telah berulang kali menuduh Korea Utara melakukan aktivitas siber nan disponsori negara. Aktivitas ini termasuk serangan siber, pencurian mata duit kripto, dan penggunaan jaringan personel TI di luar negeri untuk menghasilkan pendapatan bagi program senjata mereka.

Pada bulan Maret,Departemen KeuanganAS menjatuhkan hukuman kepada enam perseorangan dan dua entitas nan mengenai dengan aktivitas personel TI Korea Utara. Washington menuduh bahwa individu-individu ini membantu mentransfer pendapatan terlarangan melalui aset digital, dan menegaskan bahwa skema ini tetap berlangsung.

Namun, Korea Utara dengan tegas menolak klaim-klaim ini, menyatakan bahwa itu hanyalah upaya AS untuk mencoreng reputasi negara tersebut di panggung internasional.

(wbs)

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews