Korban Keracunan Makan di Cirebon Capai 270 Orang

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Korban Keracunan Makan di Cirebon Capai 270 Orang Kadinkes Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty.(MI)

JUMLAH korban nan diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, terus bertambah. Hingga Rabu (21/10), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon mencatat total korban mencapai 270 orang.

Kepala Dinkes Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, merinci bahwa dari total tersebut, sebanyak 231 korban merupakan anak-anak dan 39 orang dewasa. Mayoritas korban adalah peserta didik dari beragam lembaga pendidikan, termasuk tempat penitipan anak (day care) nan menerima paket MBG tersebut.

“Sebanyak 211 orang menjalani rawat jalan dan 77 orang menjalani perawatan di delapan rumah sakit di Kota Cirebon,” ujar Maria pada Rabu (21/10).

Klarifikasi Isu Korban Meninggal

Terkait info nan beredar mengenai adanya korban jiwa, Maria secara tegas membantah berita tersebut. Ia memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan kematian akibat kejadian ini.

“Kami juga menerima info ada nan meninggal, tapi kami konfirmasi dan pastikan itu hoaks. Benar-benar tidak ada nan meninggal. Kami pastikan itu hoaks," tegasnya.

Mengenai kondisi pasien kritis, Maria menjelaskan terdapat seorang balita nan sempat mengalami penurunan kesadaran dan kudu masuk ruang ICU di RS Siloam. Namun, kondisi balita tersebut sekarang telah membaik. “Alhamdulillah, pukul 23.00 WIB (Selasa malam) sudah sadar," tuturnya.

Kronologi dan Penanganan Medis

Laporan awal dugaan keracunan diterima Dinkes pada Selasa (20/10) sekitar pukul 16.00 WIB. Awalnya, penanganan difokuskan di RS Siloam Putra Bahagia. Namun, lantaran lonjakan jumlah pasien, Dinkes memobilisasi jasa kesehatan ke delapan rumah sakit di Kota Cirebon, termasuk RS Ciremai dan RSD Gunung Jati.

Sebanyak 14 ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi pasien. Bahkan, RST Ciremai telah menyiapkan tenda darurat nan dilengkapi pendingin udara dan tempat tidur tambahan sebagai langkah antisipasi jika terjadi penambahan pasien lebih lanjut.

Dugaan Penyebab: Sop Telur Puyuh

Berdasarkan kajian awal terhadap para korban, kebanyakan mengeluhkan menu sop telur puyuh nan disajikan dalam paket MBG. Beberapa saksi, termasuk guru, melaporkan bahwa kuah sop tersebut terasa masam saat dicicipi.

Hasil Pemeriksaan Awal:

Dinkes menemukan adanya peningkatan sel leukosit pada rata-rata pasien, nan mengindikasikan terjadinya jangkitan bakteri. Sampel makanan dari SPPG Kalijaga, serta sampel muntahan dan feses pasien, telah dikirim ke Labkesda Jawa Barat untuk pengetesan lebih lanjut.

Maria menyebut bahwa akomodasi SPPG nan memasok makanan sebenarnya telah mempunyai sertifikat laik higiene sanitasi dan mengikuti prosedur keamanan pangan. "Disinyalir ada kontaminasi alias mungkin ada sesuatu nan tumbuh akibat proses nan tidak mengikuti SOP. Tapi kami belum bisa menyimpulkan," pungkasnya.

Hasil laboratorium diperkirakan bakal keluar dalam waktu sekitar 14 hari untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal ini. (UL/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑