Warga melakukan pembersihan puing di sebuah gedung nan runtuh setelah gempa bumi di Caracas, Venezuela.(Anadolu)
Jumlah korban jiwa akibat gempa kembar luar biasa nan mengguncang Venezuela terus bertambah. Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada Jumat mengumumkan bahwa korban tewas telah mencapai 589 orang, sementara 2.980 lainnya mengalami luka-luka.
"Sayangnya, 589 orang meninggal dan 2.980 orang terluka," kata Presiden Rodriguez dalam sebuah pertemuan nan disiarkan oleh saluran televisi teleSUR.
Sebelumnya pada Kamis (25/6), Menteri Kesehatan Carlos Alvarado menyatakan bahwa situasi paling kritis terjadi di Negara Bagian La Guaira. Wilayah tersebut mencatatkan jumlah korban tewas dan luka tertinggi akibat musibah tersebut.
Alvarado menjelaskan bahwa sistem tanggap darurat nasional segera diaktifkan setelah gempa terjadi. Pemerintah mengerahkan lebih dari 5.000 tenaga medis, termasuk di antaranya lebih dari 1.200 dokter, untuk memberikan support di wilayah-wilayah nan terdampak paling parah.
Bencana ini dipicu oleh dua gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 nan terjadi pada hari Rabu, nan kemudian disusul oleh 30 gempa susulan. Rangkaian gempa tersebut menyebabkan kerusakan parah, menghancurkan banyak rumah, merusak prasarana vital dan rumah sakit, serta memaksa penutupan airport utama negara itu. (Ant/E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·