KontraS ke Polda Metro, Bawa Bukti soal Dugaan Aktor Lain di Kasus Air Keras

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) dan KontraS mendatangi Polda Metro Jaya hari ini. Mereka menyerahkan bukti adanya keterlibatan tokoh lain dalam penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

"Saya dari perwakilan KontraS, kami di sini datang untuk memenuhi undangan dan kami tetap dari awal konsisten untuk mengupayakan agar kasus ini diproses di pengadilan sipil alias pengadilan umum dan bukan di pengadilan militer," kata perwakilan KontraS, Amira Putri, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (28/4/2026).

Tim LBH Pers, Wildanu Syahril Guntur, mengatakan pihaknya menemukan tokoh lain nan terlibat dalam kasus penyiraman Andrie Yunus. Barang bukti mengenai keterlibatan itu bakal diserahkan kepada pihak kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ternyata dalam investigasi nan secara berdikari dan sudah dilakukan oleh tim Advokasi untuk Demokrasi, ada keterlibatan dari aktor-aktor lain nan kami duga itu juga dilakukan oleh sipil. Dan oleh karenanya, dalam undangan penjelasan ini kami membawa sejumlah bukti, salah satunya juga rekaman CCTV dan juga hasil investigasi nan kami harapkan kepolisian dapat menindaklanjuti dan dapat melangsungkan, memproses," jelasnya.

Kuasa norma dari TAUD lainnya, Gema Gita Persada, meyakini ada unsur sipil nan terlibat dalam kasus tersebut. Dia pun meminta pihak kepolisian mengusut kasus penyiraman itu.

"Sebenarnya nan kami minta kepada kepolisian adalah untuk tidak hanya sampai pada menemukan siapa saja pelaku lapangannya, tapi juga dapat mengusut tuntas sampai dengan tokoh intelektualnya," kata dia.

"Terkait dengan temuan-temuan lain mengenai identitas dan lain sebagainya, itu justru nan mau kami sorong kepada kepolisian untuk dapat menemui titik terangnya," imbuhnya.

Kondisi Andrie Yunus

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, mengatakan kondisi wakilnya, Andrie Yunus (28), berangsur pulih. Andrie telah menjalani rangkaian operasi.

"Andrie sudah menjalani rangkaian operasi nan dilakukan oleh tim master Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan alhamdulillah Puji Tuhan, kondisinya sekarang sudah membaik," kata Dimas Bagus Arya dilansir Antara, Selasa (28/4).

Dimas mengatakan Andrie didiagnosis mengalami luka bakar 20 persen pada tubuh bagian kanan akibat paparan air keras. Kemudian, mata kanannya terkena kerusakan 40 persen di bagian kornea.

"Seperti nan tadi saya sampaikan di awal, nan baik mungkin kondisinya Andrie berangsur pulih," ucap dia.

Dimas, nan mewakili KontraS dan Andrie Yunus, menyampaikan terima kasih atas support banyak pihak nan telah mengawal kasus hingga kini.

"Karena teman-teman, kita enggak punya senjata, kita enggak punya duit banyak, kita hanya punya satu: solidaritas dan keteguhan kita sebagai penduduk negara nan membantu satu sama lain," ucap dia.

4 Oknum Tentara Akan Hadapi Dakwaan

Sebelumnya, Pengadilan Militer (Dilmil) II-08 Jakarta menjadwalkan sidang perdana kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, pada Rabu (29/4). Pada sidang tersebut, diagendakan pembacaan surat dakwaan terhadap para terdakwa nan merupakan personil militer aktif.

Dalam perkara ini, terdapat empat personil militer nan telah ditetapkan sebagai terdakwa. Mereka terdiri dari tiga perwira dan satu bintara, ialah Kapten NDP, Letnan Satu (Lettu) BHW, Lettu SL, dan Sersan Dua (Serda) ES.

Perkara itu tercatat dengan nomor register 55/K/207/AL-AU/IV/2026 tertanggal 13 April 2026. Dalam berkas tersebut, turut disertakan peralatan bukti, empat terdakwa, serta delapan orang saksi nan bakal dihadirkan dalam persidangan.

Dari delapan saksi tersebut, lima di antaranya merupakan personil militer, sementara tiga lainnya berasal dari kalangan sipil.

(zap/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News