
Sektor Manufaktur (Foto: Okezone)
JAKARTA - Peneliti ekonomi Great Institute Adhamaski Pangeran menyatakan kontraksi sektor pengadaan listrik, gas dan air pada kuartal I 2026 sebesar 0,99 persen (yoy). Hal ini tidak bertentangan dengan capaian pertumbuhan industri manufaktur nan mencapai 5,04 persen.
Adhamaski mengatakan ada sejumlah aspek nan mendorong kontraksi sektor listrik, gas dan air, diantaranya melambatnya aktivitas upaya saat periode Idul Fitri, hingga akibat berakhirnya potongan nilai tarif listrik, namun tidak secara langsung mengganggu pertumbuhan manufaktur lantaran sifatnya musiman.
"Konsumsi listrik memang secara historis condong menurun pada periode Idul Fitri lantaran aktivitas komersial upaya dan perkantoran berakhir sementara selama libur hari raya. Sebagai gambaran, pada periode Lebaran triwulan II-2025, sektor listrik, gas, dan air juga sempat terkontraksi secara kuartal," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/5/2025).
Adhamaski menyebutkan, aspek tekanan eksternal berupa turbulensi geopolitik di Timur Tengah juga sempat mengganggu pengedaran komoditas gas. Dalam kondisi tersebut, pemerintah condong memprioritaskan kebutuhan gas untuk rumah tangga dibanding sektor usaha.
Ia menyebut terbatasnya pasokan gas bumi domestik dan penyesuaian kuota gas industri turut menekan industri energi-intensif seperti keramik, kaca, dan semen.
"Namun, dampaknya terhadap manufaktur nasional relatif terbatas lantaran tidak seluruh subsektor manufaktur mempunyai ketergantungan nan sama terhadap gas," katanya.
Selain itu, normalisasi konsumsi listrik pascaprogram potongan nilai tarif listrik pada triwulan I-2025 juga turut mempengaruhi kontraksi sektor pengadaan listrik dan gas pada awal tahun 2026.
"Pada triwulan I-2025 terdapat stimulus potongan nilai listrik pemerintah nan mendorong konsumsi listrik masyarakat. Ketika kebijakan tersebut tidak kembali diterapkan pada triwulan I-2026, maka secara statistik terjadi normalisasi dari sisi permintaan listrik,” jelasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·