Konsumsi Sosis, Nugget, dan Kornet Berlebihan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Rongga Mulut

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Konsumsi Sosis, Nugget, dan Kornet Berlebihan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Rongga Mulut Ilustrasi(magnific)

KONSUMSI daging olahan secara berlebihan dapat meningkatkan akibat beragam masalah kesehatan, termasuk kanker rongga mulut. Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah mahir kesehatan nan menyoroti hubungan antara pola makan tinggi daging olahan dengan meningkatnya akibat kanker pada area mulut dan saluran pencernaan.

Daging olahan merupakan produk daging nan telah diawetkan melalui proses pengasapan, penggaraman, fermentasi, alias penambahan bahan pengawet.

Contoh nan umum dikonsumsi masyarakat antara lain sosis, ham, bacon, kornet, dan nugget. Berbagai metode pengolahan tersebut dapat menghasilkan senyawa kimia tertentu nan berpotensi meningkatkan akibat kanker jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui International Agency for Research on Cancer (IARC) telah mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen Grup 1. Klasifikasi ini menunjukkan bahwa terdapat bukti ilmiah nan cukup kuat mengenai kaitan antara konsumsi daging olahan dan akibat kanker pada manusia.

Meskipun hubungan terkuat ditemukan pada kanker kolorektal, sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi daging olahan dengan peningkatan akibat kanker kepala, leher, dan rongga mulut.

Para peneliti menjelaskan bahwa proses pengawetan dan pengolahan daging dapat menghasilkan senyawa N-nitroso serta amina heterosiklik nan terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi. Senyawa tersebut diketahui dapat merusak DNA dan memicu perubahan sel nan berpotensi berkembang menjadi kanker.

Kanker rongga mulut merupakan penyakit nan menyerang jaringan di dalam mulut, termasuk lidah, gusi, bibir, dasar mulut, langit-langit mulut, dan bagian dalam pipi. Gejalanya dapat berupa sariawan nan tidak kunjung sembuh, bercak merah alias putih pada mulut, nyeri saat mengunyah alias menelan, serta munculnya benjolan nan menetap.

Meski demikian, para mahir menegaskan bahwa konsumsi daging olahan sesekali tidak serta-merta menyebabkan kanker. Risiko umumnya meningkat andaikan konsumsi dilakukan secara rutin, dalam jumlah besar, dan berjalan selama bertahun-tahun.

Selain pola makan, aspek lain seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, jangkitan human papillomavirus (HPV), serta kebersihan mulut nan jelek juga berkedudukan dalam meningkatkan akibat kanker rongga mulut.

Untuk mengurangi risiko, masyarakat dianjurkan membatasi konsumsi daging olahan dan memperbanyak asupan makanan segar seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, serta sumber protein nan minim proses pengolahan.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga krusial untuk mendeteksi indikasi kanker sejak awal sehingga kesempatan keberhasilan pengobatan menjadi lebih tinggi.

Sumber: World Health Organization , International Agency for Research on Cancer , National Cancer Institute , Oral Cancer Foundation.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia