Konsumsi Pertalite Melejit, Bahlil Pastikan Harga Tetap hingga Akhir 2026

Sedang Trending 38 menit yang lalu
Konsumsi Pertalite Melejit, Bahlil Pastikan Harga Tetap hingga Akhir 2026 Harga Pertalite tetap hingga akhir 2026.(Dok. Antara)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah menghitung potensi kenaikan konsumsi Pertalite nan diproyeksikan melampaui kuota penyaluran dalam APBN 2026. Lonjakan ini dipicu oleh migrasi konsumen dari BBM nonsubsidi Pertamax ke Pertalite sejak pertengahan tahun.

“Kami tetap menghitung potensi kelebihannya berapa,” ujar Bahlil usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8).

Bahlil menjelaskan bahwa peralihan konsumsi mulai terlihat signifikan sejak kenaikan nilai Pertamax pada 10 Juni 2026, dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Meski nilai Pertamax sempat terkoreksi menjadi Rp15.950 per liter pada 1 Agustus 2026, tren penggunaan BBM subsidi tetap tinggi.

Data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat kondisi tersebut. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mencatat konsumsi Pertalite melonjak hingga 12,92 persen pada Juli 2026 dibandingkan rata-rata harian normal sebesar 75.795 kiloliter (kl).

Pada puncak kenaikan di bulan Juli, penyaluran Pertalite mencapai 85.589 kl per hari. Memasuki Agustus, nomor tersebut sedikit melandai ke kisaran 84.368 kl per hari seiring penurunan nilai Pertamax, namun tetap berada di atas rata-rata konsumsi periode awal tahun.

Kendati beban kuota meningkat, Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak meningkatkan nilai BBM subsidi hingga akhir tahun. Harga Pertalite dipastikan tetap memperkuat di nomor Rp10.000 per liter.

“Apa pun nan terjadi, saya menyampaikan bahwa nilai minyak alias nilai BBM subsidi itu tidak bakal kami naikkan sampai dengan Desember 2026, sembari kita memandang perkembangan global,” tegas Bahlil. Sementara itu, untuk nilai BBM nonsubsidi, pemerintah bakal terus mengikuti perubahan nilai pasar dunia. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia