Di tengah rutinitas nan sering kali hanya berputar antara kerja dan pulang, mencari ruang untuk melakukan kegemaran sekaligus berjumpa dengan orang-orang baru terkadang tidak semudah kedengarannya.
Berangkat dari keresahan itu, Fani dan Flo, penduduk Kelapa Gading, menginisiasi Kegiatan Bertetangga, sebuah komunitas nan membujuk orang-orang untuk berkumpul dan melakukan beragam kegemaran berbareng di Kelapa Gading dan sekitarnya.
Komunitas ini berasal dari kemauan keduanya untuk mempunyai lebih banyak aktivitas seperti journaling dan membaca kitab berbareng di sekitar Jakarta Utara, khususnya Kelapa Gading.
“Awalnya lantaran kebanyakan aktivitas seperti journaling alias baca kitab bareng itu adanya di luar Jakarta Utara. Jadi kami inisiatif, kenapa enggak bikin sendiri aja,” kata Flo kepada kumparan.
Menariknya, nama Kegiatan Bertetangga bukan sekadar nama. Fani dan Flo memang betul-betul bertetangga. Rumah keduanya apalagi bersebelahan. Dari kebiasaan jalan pagi berbareng sembari mengobrol, muncul buahpikiran untuk membikin sebuah organisasi nan bisa mempertemukan orang-orang lewat hobi.
Meski berangkat dari Kelapa Gading, Kegiatan Bertetangga tidak hanya diperuntukkan bagi penduduk di area tersebut. Siapa saja nan mau datang dan mengikuti aktivitas mereka tetap bisa bergabung.
“Terbuka buat siapa saja nan mau main-main ke Kelapa Gading,” ujar Flo.
Awalnya, Kegiatan Bertetangga hanya diikuti segelintir orang. Kegiatan pertama mereka apalagi hanya dihadiri beberapa peserta.
Namun, seiring waktu, organisasi ini mulai berkembang. Banyak orang nan berasosiasi dan menyadari bahwa mereka memang memerlukan ruang seperti ini untuk berjumpa dan melakukan aktivitas bersama.
Beragam aktivitas pun sudah mereka lakukan, mulai dari journaling, membaca kitab bersama, doodling, crafting, hingga trivia night. Mereka juga terus mencoba aktivitas baru sesuai dengan minat para peserta.
Beberapa waktu lalu, kumparan berkesempatan untuk mengikuti salah satu aktivitas nan diadakan Kegiatan Bertetangga, ialah journaling bersama.
Di sebuah kafe di area Kelapa Gading, para peserta datang dan berkumpul untuk meluangkan waktu sejenak dari rutinitas masing-masing. Bukan hanya sekadar menulis di jurnal, aktivitas tersebut juga menjadi kesempatan untuk berjumpa dan berinteraksi dengan orang-orang baru.
Journaling sendiri menjadi salah satu aktivitas nan cukup rutin diadakan lantaran banyak peserta nan mempunyai kesukaan terhadap aktivitas tersebut. Kegiatan nan dibuat Kegiatan Bertetangga pun sering kali menyesuaikan dengan kegemaran dan minat para peserta nan datang.
Peserta Kegiatan Bertetangga juga datang dari beragam latar belakang. Ada pelajar, pekerja kantoran, hingga ibu rumah tangga. Bahkan, pekerjaan para peserta belum tentu berangkaian dengan aktivitas imajinatif nan mereka lakukan di organisasi tersebut.
“Banyak nan rupanya craving human connection juga di luar dari ahli pekerjaannya. Jadi, mereka mau punya aktivitas lain di luar pekerjaan, berjumpa orang baru, dan melakukan sesuatu nan memang mereka sukai,” ujar Flo.
Lewat aktivitas sederhana seperti journaling, membaca buku, menggambar, hingga bermain bersama, Kegiatan Bertetangga berupaya menjadi ruang bagi orang-orang untuk bertemu.
Dengan duduk di satu meja, melakukan kegemaran nan sama, dan menghabiskan waktu berbareng orang-orang nan sebelumnya belum saling mengenal, Kegiatan Bertetangga menunjukkan bahwa membangun hubungan baru terkadang bisa dimulai dari hal-hal sederhana.
38 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·