Konsumsi Melambat, Investasi Selamatkan Pertumbuhan Ekonomi RI

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 08 Agustus 2026 |18:14 WIB

Konsumsi Melambat, Investasi Selamatkan Pertumbuhan Ekonomi RI

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diprediksi mencapai 5,2 persen. (Foto ;okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diprediksi mencapai 5,2 persen. Sebelumnya, ekonomi Indonesia tumbuh 5,3% (year on year/yoy) pada kuartal II-2026.

"Ini melampaui perkiraan kami sebesar 5,2% dan konsensus pasar sekitar 5,1%, namun melambat dibandingkan 5,6% pada kuartal I-2026. Secara kuartalan, PDB tumbuh 3,7% (quarter on quarter/qoq). Hasil ini mengonfirmasi bahwa permintaan domestik tetap handal berkah support fiskal, meskipun dorongan pertumbuhan nan sangat kuat pada awal tahun mulai kembali ke tingkat normal," ujar Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang.

Menurutnya, perlambatan pertumbuhan pada kuartal II dibandingkan kuartal I-2026 mencerminkan normalisasi konsumsi rumah tangga dan pemerintah. Kontribusi konsumsi rumah tangga turun menjadi 2,67 poin persentase dari 2,95 poin persentase seiring meredanya lonjakan aktivitas mengenai Ramadan dan Lebaran nan sebelumnya mendorong mobilitas, transportasi, restoran, serta perhotelan pada kuartal I-2026.

Konsumsi pemerintah juga melambat menjadi 1,07 poin persentase dari 1,26 poin persentase. Hal ini telah diperkirakan mengingat adanya percepatan realisasi shopping pegawai, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), dan shopping mengenai program prioritas nasional pada kuartal I-2026, termasuk peluncuran awal program makan bergizi gratis.

BPS melaporkan konsumsi pemerintah melonjak 21,8% (yoy) pada kuartal I-2026, kemudian melambat menjadi 15,8% (yoy) pada kuartal II-2026.

"Investasi menjadi aspek utama nan meredam akibat perlambatan tersebut. Kontribusi investasi tetap alias Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) meningkat signifikan menjadi 2,06 poin persentase pada kuartal II-2026 dari 1,79 poin persentase pada kuartal I-2026," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com