Konflik Timteng, DPR Minta Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Pangan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi IV DPR, Eko Wahyudi mewanti-wanti pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan menyusul eskalasi bentrok geopolitik bumi ialah perang di Timur Tengah (Timteng) nan tak kunjung mereda.

Menurut Eko, pemerintah kudu terus memantau nilai pangan bumi dan tak segan mengintervensi. Dia menilai pemerintah bisa memanfaatkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyerap produksi dalam negeri jika kenaikan tak bisa dibendung.

Dia menyoroti nilai telur nan sempat turun padahal nilai pangan tengah mengalami lonjakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk menyiasati kerugian peternak ayam akibat nilai pakan nan tinggi dan nilai jual rendah, maka BGN dapat memerintah SPPG sebagai unit pelaksana program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyerap produksi telur guna menstabilkan nilai dan menguntungkan peternak setempat," ujar Eko.

Eko mengungkap info Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) nan melaporkan nilai pangan dunia naik 2,4 persen per Maret.

Kenaikan itu dipicu oleh melonjaknya biaya daya akibat bentrok di Timur Tengah. Menurut Eko, kondisi itu berakibat langsung pada biaya produksi peralatan tertentu jika pemerintah lambat mengantisipasi eskalasi harga.

Namun, dia memuji pemerintah lantaran bisa menjaga stok pangan nasional khususnya beras.

Mengutip pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman beberapa waktu lalu, stok beras per 7 April 2026 naik menjadi 4.6 juta ton.

Jumlah itu dapat memenuhi kebutuhan selama 11 bulan ke depan. Di lain sisi, info BPS juga mengungkap produksi beras tahun ini mengalami kenaikan produksi 4,07 juta ton alias naik 13,29 persen.

"Saya sangat mengapresiasi atas kerja keras seluruh elemen, dalam perihal ini sesuai dengan program strategis Presiden Prabowo," ujar Eko.

Meski begitu, Eko tetap meminta pemerintah mengantisipasi musim tandus nan diprediksi bakal lebih panjang dari tahun sebelumnya nan bisa menakut-nakuti produksi pangan nasional.

"Melalui pemetaan dan mitigasi lintas sektor pada wilayah dan wilayah terdampak kekeringan dengan support perangkat dan infrastruktur," kata dia.

(thr/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional