Komisi XI DPR Minta BI Jaga Rupiah Kembali ke Level Rp 16.500 per Dolar AS

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta pada Senin (18/5/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, telah mengadakan rapat berbareng Bank Indonesia (BI) pada Senin (18/5), salah satunya membahas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Untuk itu, dia meminta BI melakukan operasi moneter nan terukur.

Misbakhun berambisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa kembali sesuai dengan dugaan makro APBN 2026 senilai Rp 16.500.

“Meminta Bank Indonesia melakukan operasi moneter nan terukur bahasa kita tadi nan bisa memberikan akibat secara langsung terhadap penguatan nilai tukar rupiah Bahkan kita minta rupiah dikerek kepada nomor kesepakatan politik di Rp16.500. Sesuai dengan keputusan dugaan makro di APBN,” kata Misbakhun ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta pada Senin (18/5).

Misbakhun juga menyinggung bahwa sejak 1 Januari 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum pernah sesuai pada dugaan makro tersebut. “Bahwa sejak 1 Januari 2026 rupiah itu belum pernah berada di pada level 16.500. Nah inilah nan kudu dijadikan perhatian oleh Bank Indonesia gimana kelak agar rata-rata nilai tukar itu bisa sesuai dengan dugaan makro,” ujarnya.

video story embed

Menurutnya, stabilitas rupiah sangat penting, karena perihal ini juga berangkaian dengan impor, utamanya sektor energi. Jika rupiah terus melemah, dampaknya juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang merasakan tidak hanya pemerintah nan melakukan impor terhadap BBM, kemudian LPG, tapi juga kepada pihak swasta nan menggantungkan sebagian bahan baku produksi mereka kepada impor, contohnya plastik, plastik sekarang lantaran tekanan nilai tukar maka para produsen plastik mencari pengganti gimana mencari bahan baku pembelian,” kata Misbakhun.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis bahwa rupiah tetap ada dalam dugaan dasar makro APBN 2026. Dalam dugaan dasar tersebut, rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara tahun penuh (full year) adalah Rp 16.500 per dolar AS.

“Kami tetap meyakini 2026 ini rata-rata nilai tukar seluruh tahun adalah Rp16.500 (per dolar AS), kisarannya Rp 16.200 sampai Rp 16.800, itu tetap kami meyakini. Karena rata-rata year to date-nya Rp16.900,” kata Perry.

Ia juga menyebut nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bakal kembali menguat mulai Juli-Agustus 2026. Perry menyebut saat ini rupiah memang ada dalam kondisi undervalued lantaran permintaan terhadap kurs asing sedang tinggi.

“Seasonality-nya April, Mei, Juni lantaran demand-nya lagi tinggi seperti itu, dan kelak Juli, Agustus bakal menguat, sehingga secara keseluruhan kami tetap ke sana,” kata Perry.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan