Korban gempa NTT(Antara)
Komisi IX DPR RI mendesak pemerintah untuk segera memberikan insentif unik bagi tenaga kesehatan (nakes) nan bekerja di wilayah terdampak bencana. Selain beban kerja nan meningkat drastis, banyak nakes di letak musibah nan sebenarnya juga menjadi korban terdampak, sehingga memerlukan support nyata agar pelayanan kesehatan tetap melangkah optimal.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menegaskan bahwa kondisi ini kudu menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ia menyoroti dedikasi para nakes nan tetap memberikan pelayanan medis di tengah situasi sulit, meski family dan kediaman mereka sendiri turut terkena akibat bencana.
“Tenaga kesehatan kita nan di sana satu sisi kudu melayani pasien, sisi lain mereka adalah korban. Karena banyak dari mereka juga nan keluarganya dan mereka sendiri juga rumahnya terkena,” ujar Nihayatul dalam keterangannya, Jumat (28/8).
Mobilisasi Tenaga Tambahan dari Poltekkes
Untuk meringankan beban kerja di lapangan, Nihayatul mendorong pemerintah memobilisasi tambahan nakes dari wilayah lain. Langkah ini dinilai krusial agar beban pelayanan tidak hanya bertumpu pada nakes lokal nan sedang bersungkawa alias mengalami kerugian materiil.
Meskipun support master ahli dari DI Yogyakarta dan Makassar telah dikirimkan untuk menangani kasus ortopedi dan bedah, dia menilai kebutuhan tenaga perawat dan penunjang lainnya tetap sangat tinggi.
“Perawat dan sebagainya juga perlu dibawa, bisa dari politeknik kesehatan, dari mungkin Poltekkes Sorong, Surabaya. Kita punya banyak Poltekkes nan kelak mereka bisa diperbantukan di daerah bencana lantaran mereka juga butuh istirahat,” jelas legislator dari Fraksi PKB tersebut.
Penambahan personel ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan pelayanan sekaligus mencegah terjadinya kelelahan bentuk dan mental alias burnout pada nakes nan bekerja terus-menerus dalam situasi darurat.
Urgensi Insentif dan Evaluasi Kerja
Selain penambahan personel, Komisi IX menekankan pentingnya apresiasi berupa insentif. Nihayatul menilai beban kerja di wilayah musibah jauh lebih berat dibandingkan kondisi normal, sehingga kompensasi tambahan menjadi perihal nan layak diberikan.
“Kita sudah minta dan kelak bakal kita pertajam juga dengan Kementerian Kesehatan agar seluruh tenaga kesehatan nan di tempat musibah ini kudu dikasih insentif lantaran mereka pekerjaannya lebih dari nan biasa,” tegasnya.
Ia mencontohkan akibat tinggi nan dihadapi tenaga radiologi nan kudu bekerja di tenda pengungsian dengan peralatan darurat. Kondisi kerja nan tidak ideal tersebut meningkatkan akibat paparan radiasi dan kelelahan ekstra.
Nihayatul memastikan bahwa persoalan penambahan tenaga, pengaturan beban kerja, hingga pemberian insentif bakal menjadi poin utama dalam agenda pertimbangan Komisi IX berbareng Kemenkes. Hal ini dilakukan untuk menjamin perlindungan bagi nakes sekaligus memastikan masyarakat terdampak musibah tetap mendapatkan akses jasa kesehatan nan memadai.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·