Komisi I Dukung Kelanjutan Misi TNI di Lebanon, Minta Keamanan Prajurit Dijaga

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Komisi I DPR mendukung keputusan pemerintah untuk melanjutkan pengiriman pasukan TNI ke Lebanon dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Namun, di tengah dinamika eskalasi Timur Tengah, keselamatan prajurit disebut kudu menjadi prioritas utama.

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mengatakan keberlanjutan pengiriman pasukan perdamaian menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

“Komisi I DPR RI memandang keputusan Pemerintah untuk melanjutkan pengiriman prajurit TNI ke Lebanon sebagai bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia,” kata Dave dalam keterangannya, Rabu (13/5).

“Kehadiran pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa bukan hanya mencerminkan tanggung jawab internasional, tetapi juga memperkuat posisi diplomasi aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan,” lanjutnya.

Kendaraan UNIFIL beroperasi di pintu masuk desa perbatasan selatan Lebanon, Sarada, pada 24 Februari 2026. Foto: Rabih DAHER / AFP

Menurut dia, misi perdamaian nan dijalankan prajurit TNI di Lebanon tidak hanya membawa mandat internasional, tetapi juga menjadi bagian krusial dari diplomasi Indonesia di tingkat global. Karena itu, pemerintah diminta memastikan seluruh personel mendapatkan support maksimal selama menjalankan tugas.

“Kami menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan prajurit nan bekerja kudu menjadi prioritas utama. Oleh lantaran itu, Komisi I DPR RI mendorong Kementerian Pertahanan dan TNI untuk memastikan support logistik, perlengkapan, serta koordinasi nan optimal dengan pasukan PBB dan mitra internasional,” ujar Dave.

“Evaluasi berkepanjangan terhadap dinamika di lapangan perlu dilakukan agar setiap kebijakan tetap relevan dan prajurit dapat menjalankan tugas dengan aman,” sambungnya.

Dave menegaskan, penyelenggaraan misi perdamaian kudu dilakukan dengan profesionalisme tinggi serta tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

“Misi perdamaian ini perlu dijalankan dengan profesionalisme tinggi, menjunjung nilai kemanusiaan, serta membawa nama baik bangsa. Komisi I DPR RI menekankan agar seluruh prajurit senantiasa menjaga disiplin, soliditas, dan semangat juang dengan sikap nan profesional, sehingga kontribusi Indonesia semakin berarti bagi perdamaian dunia,” tuturnya.

Pasukan TNI nan tergabung dalam UNIFIL di Lebanon selatan, 2024. Foto: instagram/@pmpp.tni

Selain itu, Dave turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI nan bakal bekerja di Lebanon. Ia meyakini keberadaan pasukan perdamaian Indonesia dapat semakin memperkuat posisi diplomasi Indonesia di mata bumi internasional.

“Komisi I DPR RI menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit nan bakal berangkat. Dengan support rakyat Indonesia, kami percaya bahwa kehadiran pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon bakal memperkuat diplomasi bangsa dan menjadi teladan bagi bumi dalam mewujudkan stabilitas serta keamanan internasional,” kata Dave.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Indonesia tetap memenuhi komitmen pengiriman pasukan perdamaian untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon, meski sebelumnya terjadi kejadian nan menewaskan personel TNI.

Pada Senin (11/5) Sugiono melepas keberangkatan mereka. Ada 780 prajurit TNI nan berangkat, untuk merotasi pasukan nan sudah ada di sana.

“Tanggal 22 (Mei) rencananya (berangkat),” kata Sugiono kepada awak media, usai pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura di instansi Kemlu RI, Jakarta, Selasa (12/5).

Sementara ahli bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan kejadian nan menimpa pasukan Indonesia di Lebanon merupakan perihal nan sangat disesalkan dan Indonesia mengutuk serangan Israel.

Namun, menurut dia, keputusan untuk tetap mengirim pasukan merupakan corak komitmen Indonesia terhadap misi perdamaian bumi dan petunjuk konstitusi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan