Felldy Utama
, Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |14:00 WIB

Menkomdigi rapat kerja berbareng Komisi I DPR RI (foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengungkapkan, pihaknya telah memblokir sekitar 13.000 nomor telepon nan terindikasi digunakan untuk praktik penipuan alias scam call. Ribuan nomor di antaranya diketahui memakai modus pencatutan nama pejabat publik.
Pernyataan itu disampaikan Meutya saat rapat kerja berbareng Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/5/2026). Ia menjelaskan, pemblokiran dilakukan Komdigi bekerja sama dengan operator seluler.
“Jadi berpura-pura menjadi personil DPR alias pejabat publik, kemudian minta sumbangan itu impersonation ada 3.000 nomor telepon nan sudah kita block,” ujar Meutya.
Selain modus pencatutan identitas pejabat, sekitar 2.500 nomor telepon lainnya dilaporkan mengenai beragam corak penipuan digital. Modus nan digunakan antara lain investasi online fiktif, gambling online, penipuan jual beli daring, hingga corak kejahatan digital lainnya.
Meski demikian, Meutya menilai, jumlah nomor nan diblokir semestinya bisa lebih banyak andaikan masyarakat semakin aktif melaporkan nomor-nomor mencurigakan nan diduga digunakan untuk tindakan penipuan.
"Kalau memang masyarakat sudah terbiasa melapor ketika ada nomor-nomor telepon nan diduga bakal menipu itu, silakan langsung dilaporkan agar bisa kita lakukan pemblokiran alias pemutusan akses dari nomor tersebut bekerja sama dengan para operator seluler,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·