Kolaborasi Program Kesiapan Kerja bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kolaborasi Program Kesiapan Kerja bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Ilustrasi(Dok Istimewa)

Pijar Foundation dan Kementerian Agama Republik Indonesia  ( Kemenag RI) menandatangani Perjanjian Kerja Sama untuk mengintegrasikan Future Talent Hub dengan PRIMA (Professional Readiness Through Internship and Mentorship for Academics) Magang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam alias PTKI. 

Integrasi kedua program ini dirancang untuk membangun jalur kesiapan kerja nan lebih utuh bagi mahasiswa PTKI, mulai dari pembelajaran berbasis kebutuhan industri, pendampingan mentor, asesmen melalui proyek dan studi kasus, hingga pengalaman magang nan terstruktur. 

Melalui kerja sama tersebut, model pembelajaran dan pengembangan talenta nan telah dijalankan Future Talent Hub bakal diselaraskan dengan kebijakan, sistem akademik, serta penyelenggaraan PRIMA Magang PTKI. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mendapatkan akses terhadap kesempatan magang, juga memperoleh pembekalan nan relevan sebelum memasuki lingkungan kerja. 

Penandatanganan dilakukan Prof. Dr. Phil. H. Syahiron Syamsuddin, M.A., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag, dan Cazadira Fediva Tamzil, Direktur Eksekutif Pijar Foundation. 
Penandatanganan kerja sama ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Temasek Foundation ke Jakarta. Kegiatan tersebut berjalan dalam Strategic Partners’ Meeting nan turut dihadiri Achmad Adhitya, Staf Khusus Wakil Presiden , Ayse Melissa Hamid, Ketua Umum BPP HIPMI Womenpreneur; Shirley Tee, Director, Temasek Foundation; Alina Chia, Associate Director, Temasek Foundation; serta perwakilan Pijar Foundation. 

Perjanjian Kerja Sama ini mempertemukan kekuatan masing-masing pihak. Kemenag bakal mendukung penyelarasan Future Talent Hub dengan kebijakan dan sistem PRIMA Magang PTKI, melakukan koordinasi dengan perguruan tinggi, mendorong integrasi pembelajaran berbasis praktik ke dalam sistem akademik, serta memfasilitasi sosialisasi dan mobilisasi mahasiswa. 

Sementara itu, Pijar Foundation bakal membawa kurikulum, modul, platform pembelajaran berbasis industri, asesmen berbasis proyek, pendampingan teknis, serta jaringan mitra bumi upaya dan bumi industri nan dikembangkan melalui Future Talent Hub. 
Dengan pembagian peran tersebut, Future Talent Hub dan PRIMA Magang PTKI tidak melangkah sebagai dua program nan terpisah. Keduanya bakal dihubungkan untuk membentuk satu rangkaian pembelajaran dan pengalaman kerja nan membantu mahasiswa mempersiapkan transisi dari kampus ke bumi profesional. 

Dalam keterangannya hari ini Prof Syahiron Syamsuddin mengutarakan
 perguruan tinggi perlu menyeimbangkan penguasaan akademik dengan keahlian nan dibutuhkan bumi kerja. 

“Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori  juga perlu mempunyai keahlian nan relevan dengan kebutuhan industri, termasuk keahlian digital. Kerja sama dengan Pijar Foundation menjadi terobosan krusial untuk memperluas kesempatan magang bagi mahasiswa PTKI agar mereka memperoleh keahlian tambahan dan lebih siap memasuki bumi kerja setelah lulus,” ujar Prof. Syahiron. 

Libatkan Universitas NU

Future Talent Hub merupakan program pengembangan talenta nan diinisiasi Pijar Foundation berbareng Temasek Foundation. Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa memperoleh pengalaman belajar nan lebih dekat dengan kebutuhan industri melalui pembelajaran praktis, mentorship, proyek berbasis kasus nyata, pengembangan karier, dan kesempatan magang. 

Pada periode 2024–2026, Future Talent Hub menargetkan hingga 1.000 mahasiswa dari ekosistem pendidikan tinggi keagamaan, 11 kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di bawah LPTNU, jaringan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI-NU), Ma’had Aly, serta beragam lembaga pendidikan tinggi nan menjadi bagian dari ekosistem Nahdlatul Ulama. Program ini menjangkau mahasiswa dari beragam daerah, termasuk mereka nan belum banyak memperoleh akses terhadap jejaring industri dan kesempatan pekerjaan digital. 

Mahasiswa dapat mengikuti jalur pembelajaran Digital Marketing alias Product Management. Selain keahlian teknis, peserta mempelajari komunikasi profesional, kolaborasi, pengelolaan proyek, individual branding, presentasi, dan persiapan memasuki bumi kerja. 

Cazadira Fediva Tamzil, Direktur Eksekutif Pijar Foundation, mengatakan integrasi ini menjadi langkah krusial untuk memperluas model Future Talent Hub melalui ekosistem pendidikan tinggi keagamaan. 

“Future Talent Hub dibangun atas kepercayaan sederhana bahwa setiap anak muda Indonesia, dari mana pun mereka berasal, kudu mempunyai akses nan setara terhadap kesempatan di ekonomi digital. Pendidikan tinggi perlu dilengkapi dengan pembelajaran praktis nan sesuai dengan kebutuhan industri, pendampingan, serta kesempatan magang nan bermakna, sehingga mahasiswa dapat mulai membangun pekerjaan apalagi sebelum lulus,” ujar Cazadira. 

“Melalui integrasi dengan PRIMA Magang PTKI, kami mau memastikan mahasiswa tidak hanya memperoleh tempat magang, tetapi juga mempunyai keterampilan, pengalaman proyek, dan kesiapan nan dibutuhkan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik,” lanjutnya. 

Perjanjian ini memperkuat Future Talent Hub dan PRIMA Magang PTKI sebagai satu jalur pengembangan talenta nan menghubungkan pemerintah, perguruan tinggi, kurikulum, dan industri. 

Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat membantu perguruan tinggi menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan bumi kerja tanpa meninggalkan kekuatan akademik dan karakter pendidikan tinggi keagamaan. 

Ke depan, model integrasi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa PTKI di beragam wilayah serta membuka ruang keterlibatan nan lebih luas bagi perguruan tinggi, asosiasi industri, perusahaan, mentor, dan penyedia kesempatan magang. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia