Ilustrasi(Dok Istimewa)
Headroom Coffee Solo menghadirkan pengalaman unik dan edukatif melalui program Bar Take Over berbareng organisasi Kawan Tuli. Kegiatan ini membujuk visitor memesan kopi menggunakan bahasa isyarat sebagai upaya membangun ruang publik nan lebih inklusif sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap langkah berkomunikasi dengan kawan tuli.
Para visitor diajak mempelajari beragam isyarat dasar nan digunakan saat memesan menu, mengucapkan terima kasih, hingga berinteraksi langsung dengan barista. Pengalaman tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka ruang untuk membangun empati dan kesadaran bahwa komunikasi dapat dilakukan melalui beragam cara.
Bagi Headroom Coffee, aktivitas tersebut sejalan dengan visi mereka nan menjadikan warung kopi sebagai ruang bertemu, berbagi cerita, dan belajar dari beragam perspektif. Melalui kerjasama ini, Headroom mau menghadirkan pengalaman nan setara bagi seluruh pelanggan.
"Di kembali setiap cangkir kopi selalu ada ruang untuk saling memahami. Hari ini kami belajar bahwa komunikasi bisa datang dalam banyak cara, dan bahasa isyarat adalah salah satunya," kata Barista Headroom Coffee Solo, Qolby, Sabtu (27/6).
Headroom Coffee menyampaikan apresiasi kepada organisasi Kawan Tuli nan telah berbagi pengetahuan dan pengalaman selama aktivitas berlangsung.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah mini nan dapat mendorong terciptanya ruang-ruang publik nan semakin ramah dan inklusif bagi semua kalangan.
"Kami berambisi pengalaman sederhana ini dapat menumbuhkan empati sekaligus membikin lebih banyak orang merasa diterima," ujarnya.
Melalui beragam program kolaboratif nan dijalankan, Headroom Coffee terus berupaya menghadirkan ruang nan terbuka bagi siapa saja untuk bertemu, belajar, dan tumbuh bersama. Sebab, secangkir kopi bakal terasa lebih hangat ketika setiap orang dapat menjadi bagian dari percakapan. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·