Kolaborasi Kampus-Industri Didorong Percepat Penguatan SDM dan Inovasi Nasional

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kolaborasi Kampus-Industri Didorong Percepat Penguatan SDM dan Inovasi Nasional Ilustrasi(Dok Ist)

Penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan bumi industri semakin krusial untuk memastikan pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) melangkah selaras dengan kebutuhan ekonomi nasional. Kolaborasi kedua sektor juga membuka ruang bagi lahirnya penemuan nan lebih aplikatif dan memberikan faedah langsung bagi masyarakat.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kerja sama Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) nan ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di BSI Convention Center Kaliabang, Bekasi.

MoU ditandatangani Rektor UBSI Prof Mochamad Wahyudi dan Kepala BBSPJIKB Zya Labiba. Kerja sama ini mencakup pendidikan, penelitian mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan SDM.

Kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan pengetahuan pengetahuan, teknologi, dan seni dengan memanfaatkan sumber daya nan dimiliki kedua pihak. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata bumi industri.

Rektor UBSI Prof Mochamad Wahyudi menyampaikan pada bagian pendidikan, kerja sama dapat diwujudkan melalui praktik industri dan magang mahasiswa, magang dosen, pertukaran pengetahuan, hingga keterlibatan pengajar praktisi. Skema ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan tenaga pengajar memahami perkembangan industri lebih dekat sekaligus memperkuat kompetensi nan relevan dengan kebutuhan bumi kerja.

"Adapun pada bagian penelitian, kerjasama dapat diarahkan pada pembimbingan tugas akhir alias skripsi, khususnya penelitian nan berangkaian dengan industri kerajinan dan batik. Terakhir, dalam pengabdian kepada masyarakat, kedua pihak berkesempatan mengembangkan pelatihan, pemberdayaan, dan aktivitas tanggung jawab sosial nan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Prof Wahyudi mengatakan kerja sama tersebut diharapkan tidak berakhir pada penandatanganan dokumen, tetapi diterjemahkan menjadi program konkret nan berfaedah bagi mahasiswa, dosen, masyarakat, serta pengembangan industri.

“Kerja sama ini diharapkan tak berakhir pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui beragam aktivitas nan memberikan faedah nyata bagi mahasiswa, dosen, masyarakat, serta pengembangan industri kerajinan dan batik,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, kemitraan dengan lembaga nan mempunyai kompetensi industri bisa membantu perguruan tinggi berkontribusi lebih relevan terhadap kebutuhan bumi usaha. Hal ini juga memperkuat penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi agar dampaknya tidak terbatas di lingkungan kampus.

Kepala BBSPJIKB Zya Labiba mengatakan kerjasama ini jadi ruang untuk memperkuat sinergi perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam pengembangan SDM, pengetahuan, serta teknologi untuk mendukung industri kerajinan dan batik Indonesia.

“Kolaborasi antara BBSPJIKB dan UBSI diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia, pengetahuan, dan teknologi sehingga berfaedah bagi pengembangan industri kerajinan dan batik di Indonesia,” kata Zya.

Kerja sama tersebut juga mulai diarahkan pada aktivitas konkret melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Kolaborasi untuk Pengembangan Industri Kerajinan Batik di Indonesia. Kegiatan itu dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penyelenggaraan seminar nasional bagi pengajar UBSI.

Melalui PKS tersebut, BBSPJIKB menyediakan narasumber, sementara UBSI menyiapkan penyelenggaraan serta sarana pendukung. Pola ini menunjukkan kemitraan perguruan tinggi dan industri dapat diterjemahkan menjadi aktivitas akademik nan mempertemukan pengetahuan, pengalaman, dan kebutuhan sektor industri.

Ia menegaskan kerjasama semacam itu jadi bagian krusial dalam memperkuat keterhubungan antara bumi pendidikan dan bumi kerja. Dengan mempertemukan ruang akademik, riset, teknologi, serta kebutuhan industri, perguruan tinggi dan pemerintah dapat bersama-sama mendorong pengembangan SDM dan penemuan lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi nasional.

Pada akhirnya, penguatan hubungan kampus dan industri tidak hanya menyangkut kepentingan institusi, tetapi juga berangkaian dengan upaya membangun SDM kompeten, meningkatkan inovasi, serta memperkuat daya saing industri nasional, termasuk sektor kerajinan dan batik nan mempunyai potensi ekonomi dan nilai budaya bagi Indonesia.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia