Bumper Mobil Modern Gampang Penyok, Ternyata Ada Fungsinya untuk Keselamatan

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Bumper mobil modern nan penyok. Foto: Dok. Mr Dent Adelaide

Anggapan bahwa kualitas bodi mobil keluaran terbaru lebih rentan dibandingkan mobil keluaran lama tetap sering diperbincangkan di tengah masyarakat.

Hal ini dipicu oleh kejadian bagian depan alias bumper mobil modern nan terlihat mudah hancur dan ringsek, apalagi saat mengalami tumbukan dalam kecepatan relatif rendah.

Pakar Desain Produk dan Pengamat Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, meluruskan persepsi keliru mengenai tingkat kekuatan material bodi kendaraan modern tersebut.

"Bumper nan terlihat mudah berubah corak alias penyok bukan berfaedah mobilnya otomatis lebih lemah," ujar Yannes saat dihubungi kumparan, Selasa (15/9/2026).

Yannes menjelaskan bahwa rancangan struktur depan kendaraan saat ini dibuat bukan tanpa alasan, melainkan mengusung teknologi keselamatan pasif nan dirancang secara presisi.

"Justru kendaraan modern dirancang dengan prinsip manajemen daya benturan. Bagian luar bumper relatif lentur demi pedestrian safety (keselamatan pejalan kaki)," lanjutnya.

Bumper mobil modern nan penyok. Foto: Dok. River North Collision

Di kembali panel luar nan elastis tersebut, pabrikan telah menyusun lapisan pertahanan bertingkat guna meminimalkan pengaruh tumbukan fatal terhadap penumpang di dalam kabin.

"Di belakangnya terdapat material penyerap energi, bumper beam, crash box, kemudian struktur utama kendaraan," jelas pengamat otomotif jebolan ITB tersebut.

Mekanisme penyerapan tumbukan ini bekerja melalui konsep area tumbukan terencana (crumple zone) nan bakal hancur secara berjenjang saat menerima style dari luar.

"Dalam benturan, bagian tertentu sontohnya crumple zone memang sengaja dibuat berubah corak untuk menyerap daya dan memperpanjang waktu deselerasi, sehingga daya tidak langsung diteruskan ke kabin dan penumpang," tegas Yannes.

Keselamatan penumpang di dalam kabin tetap menjadi prioritas utama dengan menerapkan perbedaan tingkat kekakuan material sasis.

Ilustrasi kecelakaan. Foto: Shutterstock

"Sebaliknya, struktur ruang penumpang dibuat jauh lebih kaku agar bentuknya tetap terjaga. Jadi prinsip sederhananya, bagian tertentu boleh mengalah agar kabin tidak ikut kalah," paparnya.

Bagaimana bumper nan didempul?

Dampak dari bekerja secara maksimalnya peranti penyerap daya ini adalah perlunya penanganan perbaikan nan betul usai kendaraan mengalami kejadian kecelakaan di jalan raya.

Yannes mengingatkan para pemilik kendaraan agar tidak asal melakukan perbaikan bentuk luar tanpa mengecek kondisi struktur penyerap tumbukan di kembali bumper.

"Karena itu bumper alias crash box nan sudah mengalami deformasi struktural juga tidak cukup sekadar diketok sampai terlihat bagus. Komponen tersebut perlu diperiksa lantaran keahlian menyerap daya pada tumbukan berikutnya belum tentu sama seperti kondisi awal," pungkas Yannes.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan