Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung bakal menyiapkan tiga prioritas mengenai reformasi pajak setelah Purbaya Yudhi Sadewa tak lagi menjadi Menteri Keuangan (Menkeu).
Adapun tiga prioritas utama tersebut ialah modernisasi manajemen perpajakan, ekspansi pedoman pajak dan penguatan kepatuhan secara berkeadilan, serta pembuatan sistem pajak nan adil, dapat diprediksi, dan sesuai dengan perkembangan ekonomi global.
"Kami mau membahas 3 prioritas untuk reformasi perpajakan di forum ini, agar memperkuat fondasi perpajakan di Indonesia," kata Juda dalam paparannya di International Tax Conference, Rabu (16/9/2026).
Hal ini, menurutnya, menjadi krusial untuk mengejar sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dan sasaran untuk memperkecil defisit anggaran sebesar 2,4% dari produk domestik bruto (PDB).
"Mencapai kedua tujuan tersebut memerlukan mobilisasi pendapatan nan lebih kuat, kualitas shopping nan lebih baik, dan pembiayaan nan prudent, lantaran itu, reformasi perpajakan adalah inti dari strategi fiskal kami," terang Juda.
Juda menegaskan reformasi pajak tidak dapat ditempuh hanya dengan bermodalkan ambisi semata, tetapi perlu didukung dengan komitmen untuk melaksanakan perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policymaking).
Lebih rinci, dari tiga prioritas tersebut, modernisasi manajemen perpajakan ialah memodernisasi teknologinya, di mana wajib pajak kudu dipermudah untuk melakukan proses manajemen pajak seperti mendaftarkan diri, melaporkan SPT, dan bayar pajak.
Sedangkan prioritas kedua ialah ekspansi pedoman pajak, pihaknya menilai penggunaan info pihak ketiga dan pengawasan berbasis akibat dapat membantu otoritas pajak dalam mengidentifikasi ketidakpatuhan dan menentukan prioritas pemeriksaan.
"Reformasi ini mencakup kerja sama internasional nan lebih kuat, penyelesaian sengketa nan lebih baik, dan kebijakan nan mengakomodasi kondisi wajib pajak," ujar Juda.
(chd/haa)
[Gambas:Video CNBC]
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·