Kolaborasi Besar Pacu Industri Digital

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kolaborasi Besar Pacu Industri Digital Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia Surya Fitri.(Dok. MI)

UPAYA mempercepat transformasi digital dan transisi energi di Indonesia kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Siemens Tech Summit 2026 (STS26). Forum ini mempertemukan pelaku industri, mitra teknologi, hingga kalangan akademisi untuk membahas langkah konkret dalam membangun ekosistem industri nan lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia Surya Fitri menyatakan, aktivitas tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan teknologi terbaru, tetapi juga mendorong penerapan nyata di beragam sektor.

"Siemens Tech Summit 2026 bukan sekadar arena pamer teknologi; tetapi menjadi katalis untuk penerapan nyata. Dengan menggabungkan portofolio digital kami dengan kemitraan lokal nan kuat, kami turut menciptakan masa depan Indonesia nan lebih berkepanjangan dan kompetitif," ujarnya dikutip pada Kamis (18/6). 

Sekitar 1.000 peserta dari beragam sektor industri datang dalam arena tersebut. Fokus utama pembahasan diarahkan pada percepatan transformasi industri dan pencapaian sasaran net-zero emission melalui integrasi antara teknologi bentuk dan solusi digital. Kegiatan ini mendapat support dari AWS Indonesia, TWINK Indonesia, dan Metro Abdibina Sentosa Group sebagai Platinum Event Partners.

Salah satu sorotan utama dalam STS26 adalah diperkenalkannya portofolio teknologi generasi terbaru “X”, sebuah platform digital terbuka nan dirancang untuk mempercepat transformasi di beragam sektor industri.

Melalui Industrial Operations X, perusahaan mendorong pengembangan manufaktur otonom berbasis data. Sementara Electrification X difokuskan untuk menciptakan sistem daya nan lebih pandai dan andal. 

Di sisi lain, Building X datang guna meningkatkan efisiensi sekaligus keberlanjutan bangunan, sedangkan Gridscale X dikembangkan untuk mendukung transformasi menuju jaringan daya nan lebih otomatis.

Seluruh solusi tersebut diperkuat oleh Knowledge Hub nan membahas beragam rumor strategis, mulai dari pembiayaan, kepintaran buatan industri, transformasi digital, transisi energi, keberlanjutan, hingga keamanan siber. Beragam penemuan tersebut juga ditampilkan melalui demonstrasi langsung di area Technology Expo.

Selain memamerkan teknologi, STS26 juga menjadi momentum lahirnya sejumlah kerja sama strategis dengan beragam mitra nasional. Kesepakatan nan ditandatangani berbareng Accenture, PLN Enjiniring, dan Telkomsel ditujukan untuk mempercepat digitalisasi industri sekaligus memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi tantangan daya masa depan.

Bersama PT Accenture Indonesia, kerja sama difokuskan pada pengembangan solusi transformasi digital secara menyeluruh. Kolaborasi tersebut menggabungkan skill di bagian Operational Technology (OT) dan Information Technology (IT), pemanfaatan kepintaran buatan, serta penerapan platform digital terintegrasi untuk menjawab kebutuhan industri nan semakin kompleks.

Sementara itu, kemitraan dengan PT Prima Layanan Nasional Enjiniring diarahkan untuk memperkuat ekosistem rekayasa ketenagalistrikan nasional. Kolaborasi mencakup pengembangan jasa engineering, pertukaran pengetahuan, kerja sama teknis, hingga program peningkatan kapabilitas sumber daya manusia.

Di sektor telekomunikasi, kerja sama dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) bakal berfokus pada percepatan digitalisasi segmen enterprise. Langkah tersebut dilakukan melalui integrasi Internet of Things (IoT), peningkatan teknologi, serta pengembangan solusi analitik info nan lebih maju guna mendukung efisiensi operasional dan pengambilan keputusan berbasis data.

Komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia juga menjadi bagian krusial dalam agenda perusahaan. Melalui kerja sama dengan tujuh perguruan tinggi di Indonesia, perusahaan memberikan hibah perangkat lunak PSS SINCAL nan digunakan untuk simulasi sistem tenaga listrik dan pembelajaran teknik tingkat lanjut.

Tujuh kampus nan menerima support tersebut adalah Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Trisakti, Universitas Jember, dan Politeknik Negeri Sriwijaya.

Program ini memperluas inisiatif pendidikan nan sebelumnya telah menjangkau sembilan perguruan tinggi. Pada 2026, tujuh lembaga tambahan bakal memperoleh perangkat lunak PSS SINCAL dengan nilai masing-masing mencapai Rp100 juta.

Manfaat program tersebut telah terlihat di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan IT PLN. Sejak 2024, perangkat lunak tersebut menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran dan membantu sekitar 40 lulusan mendapatkan kesempatan magang maupun pekerjaan di sektor terkait.

Melalui akses langsung terhadap teknologi nan digunakan di bumi industri, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis nan lebih relevan sehingga mempunyai kesiapan nan lebih baik saat memasuki bumi kerja.

Untuk semakin memperkuat pengembangan talenta muda, perusahaan juga berencana menggelar kejuaraan mahasiswa SINCAL mulai tahun depan. Kompetisi tersebut bakal membujuk peserta menyelesaikan beragam studi kasus nyata di bagian sistem tenaga listrik menggunakan perangkat lunak PSS SINCAL.

Penilaian bakal dilakukan oleh para ahli industri, sementara tim terbaik bakal memperoleh bingkisan berupa duit tunai. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkepanjangan dalam menyiapkan generasi insinyur masa depan sekaligus mendukung transformasi sektor kelistrikan Indonesia menuju sistem nan lebih andal, modern, dan berkelanjutan. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia