Pembangunan 8 Sekolah Rakyat permanen tambahan bakal mulai melangkah dalam waktu dekat.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul saat menerima audiensi perwakilan 8 pemerintah wilayah di instansi Kemensos, Kamis (18/5/2026).
Hal ini seiring dengan selesainya proses penyediaan lahan Sekolah Rakyat oleh Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Toba, Kabupaten Kudus, Kabupaten Malaka, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Kolaka Utara, dan Kabupaten Mimika.
"Tanah disediakan oleh kabupaten/kota alias provinsi. Pembangunan dari APBN. Kepala sekolah diusulkan oleh kepala daerah. Ini kerja bersama, dari awal sampai pengawasan,” ujar Gus Ipul.
Sebelumya, para bupati dan wakil bupati melaporkan bahwa lahan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat telah disiapkan, apalagi sebagian telah melalui tahapan pengukuran dan verifikasi kesiapan.
Bupati Tanggamus, Saleh Asnawi, menyampaikan bahwa lahan di daerahnya telah disiapkan sebagai bagian dari persyaratan memasuki tahap pembangunan.
“Kami telah menyiapkan lahan permanen untuk Sekolah Rakyat, apalagi juga untuk Sekolah Garuda. Secara prinsip, lahan untuk Sekolah Rakyat sudah siap,” ujarnya.
Bupati Toba, Effendi S. P. Napitupulu, menyampaikan bahwa lahannya telah dipetakan, meskipun proses lanjutan tetap menyesuaikan kondisi lapangan.
“Kami sudah menyiapkan lahan untuk Sekolah Rakyat permanen dan telah mengukur kesiapan lahan tersebut. Namun lantaran adanya musibah alam di wilayah kami, Kementerian PU tetap menunda proses lanjutan,” katanya.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa lahan nan disiapkan telah memenuhi kriteria teknis dan siap ditindaklanjuti.
“Kami sudah menyiapkan kurang lebih 8 hektare lahan nan flat dan tidak ada persoalan. Saat ini kami menunggu pihak PU untuk melakukan peninjauan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, menyampaikan bahwa penyediaan lahan dilakukan melalui kerja sama lintas sektor.
“Untuk lahan pembangunan permanen Sekolah Rakyat, kami sudah bekerja sama dengan Perhutani dan Brigif dengan luas kurang lebih 10 hektare,” ujarnya.
Melanjutkan arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program afirmasi bagi masyarakat miskin ekstrem nan dijalankan melalui penjangkauan aktif oleh pemerintah daerah. Dia juga menjelaskan saat ini 93 titik Sekolah Rakyat permanen nyaris rampung pembangunan fisiknya, sehingga dapat menampung lebih banyak siswa dari family prasejahtera.
“Program ini memang untuk mereka nan paling miskin. Presiden titip, jangan ada KKN, suap menyuap, jangan sampai ada titipan. Ini kudu betul-betul untuk mereka,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa penerimaan siswa dilakukan melalui sistem penjangkauan, bukan pendaftaran terbuka.
“Di Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, nan ada adalah penjangkauan. Dijangkau dan ditetapkan oleh bupati alias wali kota, baru kita terima. Jadi sejak awal program ini sifatnya kolaboratif,” katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·