KKN Tematik LLDikti Xamp;ndash;III Berakhir, Kolaborasi Kampus Didorong Berlanjut untuk Pemulihan Agam

Sedang Trending 1 hari yang lalu

KKN Tematik LLDikti X–III Berakhir, Kolaborasi Kampus Didorong Berlanjut untuk Pemulihan Agam

KKN Tematik LLDikti X–III Berakhir. (Foto: Dwi Narto/Okezone)

BUKITTINGGI — Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 2026 hasil kerjasama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah X dan LLDikti Wilayah III resmi ditutup. Acara penutupan berjalan di Aula Kampus Universitas Fort de Kock (UFdK), Bukittinggi, Sumatera Barat, Senin 10 Agustus 2026.

Kegiatan bertema “Bangkik Basamo Mambangun Nagari” tersebut dilaksanakan di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, selama 10 hari sejak 1 Agustus 2026. Program difokuskan pada pemulihan dan pembangunan masyarakat di wilayah nan terdampak musibah hidrometeorologi.

KKN Tematik LLDikti X-III di Palembayan Ditutup, 34 Kampus Kolaborasi Pascabencana

1. KKN Tematik LLDikti X–III Berakhir

Kepala LLDikti Wilayah X, Dr. Afdalisma, mengatakan program tersebut menjadi contoh kerjasama perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, malam ini aktivitas KKN Tematik tahun 2026 Sumatera Barat resmi ditutup. Dan ini merupakan KKN kolaboratif antara LLDikti Wilayah X dengan LLDikti Wilayah III,” ujar Afdalisma.

Program tersebut melibatkan 217 peserta dari 34 perguruan tinggi berasas info kepanitiaan. Para peserta didampingi pengajar pembimbing lapangan dan menjalankan aktivitas di sejumlah bidang, antara lain pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, mitigasi bencana, serta penguatan kapabilitas masyarakat.

Afdalisma menilai keterlibatan lintas perguruan tinggi menjadi modal krusial untuk memperkuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap masyarakat, khususnya di wilayah nan sedang melakukan pemulihan pascabencana.

“Semoga ini berkepanjangan terus, tidak berakhir sampai di sini,” katanya.

Penutupan KKN Tematik tersebut juga ditandai deklarasi Konsorsium Mitigasi dan Pemulihan Bencana nan melibatkan unsur perguruan tinggi, industri, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah.

Menurut Afdalisma, kerjasama tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan aktivitas dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong lahirnya penemuan nan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com