
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie saat raih runner-up di India Open 2026. (Foto: PBSI)
AJANG prestisius bulu tangkis dunia, BWF World Championships 2026, bakal segera bergulir di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, India, pada 17 hingga 23 Agustus 2026. Di kembali persiapan megah turnamen akbar ini, tersimpan sebuah cerita unik nan sukses mencuri perhatian publik internasional.
Berdasarkan laporan dari New Straits Times, Selasa (11/8/2026), panitia penyelenggara dari Asosiasi Bulu Tangkis India (BAI) mengambil langkah tidak biasa untuk mengantisipasi gangguan satwa liar. Mereka secara unik merekrut sekelompok tenaga mahir nan mempunyai keahlian unik menirukan bunyi panggilan monyet langur.
Langkah preventif ini diambil bukan tanpa argumen mengingat primata jenis rhesus tersebut kerap menjadi ancaman serius di ibu kota India. Para monyet liar tersebut sering menyusup ke dalam gedung serta menyerang penduduk alias visitor nan tidak siap.
1. Ancaman Primata Liar
Pentingnya kehadiran para peniru bunyi monyet ini merujuk pada kejadian memalukan nan terjadi sebelumnya. Pada turnamen India Open 2026 di arena nan sama tahun ini, panitia sempat dibuat kewalahan ketika seekor monyet tertangkap basah berkeliaran di area tribun penonton.
Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti bertindak di India Open 2025 (Foto: PBSI)
Primata berukuran lebih besar dengan wajah hitam, ialah langur, dikenal sebagai penangkal paling efektif untuk mengusir kawanan rhesus nan kerap mengganggu. Bahkan, salah satu tenaga mahir berjulukan Zafar sempat mendemonstrasikan skill bunyi lolongannya di hadapan media saat kunjungan stadion.
Kehadiran para pawang manusia ini diharapkan bisa menjaga keamanan dan kenyamanan arena selama kejuaraan berlangsung, sehingga para atlet bumi dapat konsentrasi bertanding tanpa gangguan eksternal.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·